Hari ini langit begitu cerah, jam masih menunjukkan pukul 06.10. Aku melangkah memasuki gerbang sekolah, menuju perpustakaan. Hari ini aku berangkat terlalu pagi jadi kuputuskan untuk ke perpustakaan terlebih dahulu untuk sekedar membaca buku.

Perpustakaan sangat sepi hanya ada petugas perpustakaan yang sedang menyampuli buku di mejanya. Petugas perpustakaan tersebut tersenyum ramah kepadaku yang kubalas dengan anggukan singkat.

Aku berjalan ke arah rak buku belakang dan kuambil satu buku bahasa inggris lalu duduk di kursi paling pojok perpustakaan. Kubuka buku itu dengan perlahan, sepertinya bukunya masih baru karena terlihat masih sangat bagus tanpa ada lipatan-lipatan. Aku mengambil buku catatanku dan sebuah bulpoin di dalam tempat pensilku untuk menulis hal-hal yang menurutku penting dari buku yang aku baca.

"Boleh duduk di sini?"

Aku menoleh ke asal suara. Seorang cowok dengan membawa beberapa buku berdiri di dekat kursiku dan menatapku untuk menunggu jawabanku. Aku mengangguk singkat untuk menjawabnya dan kualihkan lagi pandanganku untuk melanjutkan membaca buku.

"Terimakasih," katanya.

Tidak ada suara, hening, entah apa yang dia lakukan aku tidak berani melihatnya. Aku heran, kenapa dia memilih duduk di sebelahku, padahal meja lainnya masih kosong.

Kulihat jam tanganku, pukul 06.56, empat menit lagi bel berbunyi. Aku melirik ke arah cowok di sebelahku yang ternyata masih fokus ke buku yang ada di depannya. Aku bangkit dari dudukku dan kukembalikan buku yang telah kubaca. Aku berjalan keluar perpustakaan dan langsung ke kelas.

***

"Ren, ke kantin yuk," ajak Tiara saat bel istirahat telah berbunyi.

"Yuk Ren, gue udah laper nih," kata Sila sambil menghadap ke mejaku.

"Nggak deh, kalian aja yang ke kantin." Aku menolak ajakan mereka karena perutku masih terasa penuh, aku sarapan terlalu banyak pagi tadi.

"Kenapa?" tanya Sila sambil mengerutkan keningnya.

"Masih kenyang."

"Yaudah deh, kita ke kantin ya, gapapa kan sendirian?" tanya Tiara sambil bangkit dari duduknya.

Aku mengangguk.