WEDDING HELL

Bab 1 Say Hello To Mrs. Uchiha Wannabe

Bab 1 Say Hello to Mrs. Uchiha Wannabe

Makan malam romantis yang berada di rooftop Uchiha Sky Tower sudah berakhir mencekam sejak detik pertama mereka bertemu.

Tidak pernah ada kata romantis jika menyangkut Hyuuga Hinata dan Uchiha Sasuke.

Mereka bersaing sejak bangku sekolahan. Mereka musuh sejak mereka belajar mengingat.

Sasuke tak menyukai Hinata karena menurutnya Hinata hanya boneka porselen bodoh yang selalu menjadi gadis baik-baik yang munafik. Selalu menjadi yang terbaik, yang murid tersopan dan naif, hal itu membuatnya muak setengah mati.

Sedang Hinata jelas membenci Sasuke karena sok cuek, dan sikap kurang ajar lelaki itu. Oh jangan lupakan kenyataan bahwa si badung itu, hampir mengencani seluruh populasi wanita di kota ini.

Yang jelas Sasuke adalah biang onar. Dan biang-biang lainnya yang harusnya berada di jangkauan seratus meter.

Tapi lihat.

Gara-gara sesuatu yang konyol mereka berada di ruangan yang sama. Duduk di satu set kursi khusus. Dengan taburan bunga-bunga mawar dengan ditemani lilin-lilin wangi.

Memangnya mereka sedang apa?!

Syuting adegan drama picisan yang ratingnya selalu tinggi?!

Hinata tidak suka adegan romantis. Terutama saat bersama keparat yang satu ini.

"Aku tidak akan menyetujui ide konyol ini," Hinata melirik Sasuke di balik gelas anggur yang dimainkan di depan wajah, lalu menyesap isinya setelah menghirup aroma red wine yang ia tahu kualitas terbaik.

Sasuke mendengus, "Seperti kau punya pilihan saja," sindirnya sarkastis.

"Memang." Hinata memotong dingin. "Jika ada Uchiha yang akan kunikahi, yang pasti kau bukanlah salah satunya."

"Tch! Sombong sekali." Sasuke mencemooh, "Ini bukan drama!"

Hinata tertawa sarkastis. Jenis tawa mengejek yang membuat Sasuke ingin menggulingkan meja dan menjambak rambut Hinata yang tergerai menawan seperti para wanita bangsawan di era Heian.

"Kau yang bermain drama, Sasuke-san!" Telunjuk Hinata teracung di samping gelas yang digenggamnya, menunjuk dada Sasuke dengan kuku panjang terawat yang dipulas sapuan kuteks berwarna peach.

Sasuke mendengus, memberikan senyum setan dan dagu terangkat dengan alis yang naik sebelah. Matanya menyorot tajam, mengintimidasi gerakan gadis itu.

Lelaki itu menatap Hinata dengan pandangan jijik sekaligus menghina, "Lalu akan kau sebut apa hubunganmu dengan Neji, heh-?" Senyum culas lagi-lagi diperlihatkan Sasuke.

Dia puas melihat wajah sakit hati dan juga tertekan milik wanita itu, meski itu hanya sepersekian detik sebelum Hinata juga memberikan Sasuke tatapan maut.

Sebuah tatapan berani yang tepat menghujam manik mata kelam miliknya, dan berbicara sambil tersenyum sama culasnya, "Setidaknya aku tidak pernah tergila-gila kepada wanita yang nyata-nyata mencintai kakakku lalu kini justru menjadi saudara iparku."

Sialan!