Aku Menjadi Kaisar

Bab 7 Pemikiran yang Besar

Bab 7 Pemikiran yang Besar

Ye Tian menatap kain sutra merah harum yang ada di tangannya, lalu berkata sambil menggertakkan giginya: "beraninya menolak hasrat ini, menjijikkan, sungguh menjijikkan."

Dia membenci menahan hasrat, tapi juga tidak berdaya, Selir Li seperti ikan, sangat licin tidak bisa dia tangkap.

Astaga, lihat nanti malam bagaimana kakak menghabisi dia, Hm!

Sekujur tubuhnya terasa panas, dia meminum beberapa gelas teh, baru bisa menahan api hasrat yang ada di dalam dirinya.

Dia bersandar di kursinya, kedua kakinya ada di atas meja, lalu berpikir ini dan itu, kalau dia tidak bisa mendapatkan perak, dia tidak akan bisa membentuk pasukan prajurit yang setia kepadanya, para menteri akan harus menunggu.

Tapi bagaimana dia bisa mendapat perak dengan cepat? Dia merenggangkan kepalanya dan merasa sakit kepala memikirkan perak ini.

Astaga, hantu Kaisar yang sudah meninggal, hanya tahu menghabiskan perak saja, di saat dia tidak bisa melakukan apa-apa, dia baru mati, sungguh menjijikkan meninggalkan masalah untuk kakak bereskan seperti ini!

Dia dengan putus asa mencari dari ingatan Kaisar yang sudah meninggal ini, sayangnya, dia tidak bisa menemukan apa-apa yang berguna selain minuman alkohol.

Kalau pada jaman tiga kerajaan Tiongkok, dinasti Tang, Song, Ming, Ding, dia masih bisa mengetahui sesuatu dari sejarah yang sudah dia pelajari, setidaknya dia tahu siapa menterinya yang setia, mana yang korupsi, ada berapa hukum Taurat, sebuah benua yang besar, benua asing yang tidak dia kenali.

Hm, dari gaya berpakaian dan tradisi lainnya, sepertinya mirip dengan jaman dinasti Tang pada Tiongkok kuno, hawanya juga lebih terbuka, sistem pemerintahannya seperti jaman dinasti Ming, terbagi menjadi tiga, lalu dibagi lagi menjadi enam bagian, lalu terbagi lagi menjadi enam cabang.