Aku Menjadi Kaisar

Bab 15 Berperang atau Tidak

Bab 15 Berperang atau Tidak

Ye Tian menjadi marah dan meminta Su Zilun untuk memberikan pesan darurat itu agar dilihat oleh para menteri, Kaisar palsu ini baru sehari dua hari menjadi kaisar, tidak tahu apa-apa soal Mobei, lebih baik mengikuti pendapat para menteri terlebih dahulu, dia memerintahkan para menteri dan panglima untuk berkumpul di istana, mendiskusikan ini.

Meskipun ruang buku kerajaan sangat luas, tapi tidak bisa menampung terlalu banyak orang, dia harus pindah ke aula Jinluan dan mendengarkan pendapat dari para menteri.

Kaisar memanggil menteri yang sedang minum-minum di rumah, atau sedang berburu, menghabiskan perak di tempat prostitusi, mengunjungi sanak saudara, mereka semua terburu-buru, mereka mengenakan pakaian mereka dengan rapi, Ye Tian tidak bisa menemukan alasan untuk mendenda mereka.

Mendengar ada berita darurat, aula Jinluan langsung penuh seperti semut yang sedang berkumpul di sarangnya, beberapa dari para menteri dan panglima, ada yang ingin perang saja, ada juga yang mencari damai, ada juga beberapa menteri yang berkumpul di pojok ruangan, tidak mengatakan apa-apa, intinya, aula itu sangat berisik dan tidak enak di dengar.

Sebenarnya, Kaisar yang tiba-tiba memerintahkan keluarga dari menteri yang kepalanya sudah dipenggal untuk dibebaskan dari pekerjaan mereka itu mengejutkan para menteri.

Kaisar yang tiba-tiba melakukan seperti itu, sama saja dengan memutar balikkan keputusannya, juga menjilat ludah sendiri, Kaisar terlihat aneh dan sulit ditebak.

Beberapa menteri yang pernah diturunkan merasa terkejut, para menteri yang mencoba untuk melindungi Tan Jiagmin, sanga pelajar pun jadi bersemangat, Kaisar, saat tersadar, bukanlah sepenuhnya tidak bisa bekerja.

Tentu saja, beberapa menteri senior yang dikepalai oleh Zhang Tingdeng, merasa tidak puas dengan keputusan kaisar, kalau maslah penting seperti ini tidak dibicarakan secara bersama-sama, ini tidak baik, apa gunanya para menteri?