Aku Menjadi Kaisar

Bab 32 Hal Baik Berubah Hal buruk

Bab 32 Hal Baik Berubah Hal Buruk

Gadis kecil itu berlari keluar sejauh mungkin sebelum berhenti, dan kemudian menepuk dada kecil yang belum sepenuhnya berkembang, dan jantungnya berdebar kencang.

Karena dia gugup, dia membeli sepotong kain dan bergegas keluar. Dia menabrak orang itu, tetapi tuan muda itu tidak menyalahkannya. Dia juga mengatakan bahwa itu adalah kesalahannya. Tidak meminta gantu rugi. Orang itu bersifat seperti pangeran, orang seperti itu sangat sulit untuk ditemui.

Pria muda itu sangat tampan, tampan, sopan, dan memiliki senyum ramah, tetapi pandangan matanya bisa membuat wajah seseorang memerah dan jantung berdetak kencang, tak tahu siapa namanya? Apakah dia akan bertemu lagi dengannya?

"Ah ..." Gadis kecil itu berbalik dan menatap toko kain Gu Ji, mendesah samar, dan menghilang ke diantara kerumunan orang sambal memegang kainnya..

Pelayan kecil itu polos dan menyenangkan, tetapi Ye Tian tidak menggulingkan kesukaan gadis kecil itu, dan tentu saja dia tidak akan tertarik. Dia berkeliling di toko kain, dan berpikir bagaimana caranya menarik perhatian Gu Xiyun.

Mu Chunfeng berjaga di sampingnya tanpa meninggalkannya setengah pangkah pun. Delapan penjaga Long Hu berdiri di luar toko. Jika mereka semua masuk kedalam, maka ruangan itu akan penuh. Selain itu, kaisar menekankan untuk terlihat tidak mencolok.

Ye Tian melihat pakaian siap pakai yang tergantung di rak-rak. Mereka semua memiliki model yang sama. Kebanyakan kerah dan lengan pakaian disulam dengan pola yang berbeda. Tidak ada yang menarik. Tidak terlihat seperti pakaian yang popular sekarang.

Wah, ada.

Hatinya berniat untuk menarik perhatian perempuan bermarga Gu, Ye Tian sangat senang dan membuka kipas yang ada di tangannya, hendak berbicara dengan penjaga toko kain, tetapi dia melihat beberapa pria besar memakai pakaian budak berwarna hitam mengelilingi wanita yang memakai emas dan perak yang hendak masuk, dan gadis kecil yang tadi bertabrakan dengannya juga ada di sana, tetapi matanya openuh dengan air mata dan ada bekas tamparan berwarna merah di pipinya yang putih dan halus.

Naluri kasihan Ye Tian keluar, melihat gadis kecil yang cantik yang dilecehkan oleh seseorang, Ia mengerutkan kening, bajingan mana yang begitu kasar?