Aku Menjadi Kaisar

Bab 43 Lima Wanitra Jatuh Sungai Cintai

Bab 43 Lima Wanitra Jatuh Sungai Cintai

Kelima wanita telah diyakinkan oleh bakat sastra Ye Tian sebelumnya, dan mereka mengaguminya.

Pada saat ini dia menyaksikan lima langkahnya ke dalam puisi, dan itu adalah lima puisi yang dalam sekejap dapat terselesaikan, dan terkagum-kagum. Begitu melihat dunia, bertanya-tanya siapa yang memiliki talenta sehebat Tuan muda Ye ?

Pada saat ini di dalam hati mereka, mereka tidak lagi dapat menggambarkan kekagumannya.

Dalam sekejap Ye Tian dapat menulis lima puisi, dengan hati-hati mengeringkan noda pena, dan sangat berhati-hati melipat kertas tersebut, lalu berjalan ke depan lima wanita, mengedipkan mata dan tersenyum sambil berkata: "Tidak boleh ada pelanggaran, yang melanggar aturan, akan saya hukum."

Hukumm? Di hukum apa? Ini membuat orang bertanya-tanya.

Tatapan matanya dan kata-katanya membuat para wanita bingung, membuat wajah mereka memerah dan jantungnya berdetak kencang, tetapi mereka masih dengan senang hati menerima gulungan kertas yang diberikan Tuan muda Ye , dan dengan hati-hati menyimpannya, lalu berterima kasih.

"Saya mengucapkan selamat tinggal." Ye Tian tersenyum dan melipat tangannya, lalu pergi dengan gembira, lalu diikuti dengan Mu Chun Feng dan yang lainnya.

Qing Yu, Fei Yan dan para wanita lain mengantarkan Tuan muda Ye ke pintu gerbang, menyaksikan Tuan muda Ye yang semakin lama semakin menghilang dalam penglihatan mereka, dan tidak rela untuk kembali ke kamarnya masing-masing.

Ye Tian sudah sangat mendominasi empat selir, ditambah Bai Ling, yang dapat membuat mata memerah karena cemburu. Saat pergi, lima wanita secara pribadi mengantarnya ke pintu gerbang, perlakuan seperti ini benar-benar membuat orang iri dan cemburu.

Ada selir yang secara khusus mengantarnya keluar, bukannya tidak ada yang rprofesional, tetapi sebelumnya ada kepala selir yang pernah secara khusus mengantarnya bernama Ru Yu, tetapi pada akhirnya Ia menikah dengan kekasihnya.

Sedangkan saat ini, empat selir utama dengan satu mantan selir, kelima wanita ini menyambut dan mengantar Tuan, ini adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, di satu waktu membuat orang terasa senang, ada yang membuat orang iri, cemburu, dan bahkan ada orang yang menyusun sebuah cerita dongeng, , dan dengan sangat cepat menyebar di seluruh kota.

Begitu Fei Yan kembali ke ruangannya, dengan tidak sabar Ia membuka puisi yang ditulis Tuan muda Ye .