Aku Menjadi Kaisar

Bab 50 Musuh Hidup

Bab 50 Musuh Hidup

Ye Tian tersenyum dan berkata: "Tidak apa, asalkan Nona Tan mau menghancurkan, selama dia senang, biarkan dia menghancurkan sesukanya."

Topik pembicaraannya tiba-tiba beralih, dia berkata dengan muka datar:"Nona Tan menghancurkan banyak barang, kalian catat saja, tunggu Tuan Zhao kembali, kalian tinggal minta ganti rugi padanya."

"Yang Mulia memang bijak!" Beberapa penjaga tersebut dan mengatakannya di saat yang bersamaan, cara Yang Mulia ini memang hebat sekali, Tan Jiangmin, Tuan Tan adalah pejabat yang jujur dan bersih, barang yang dirusak putrinya, diganti rugi oleh Tuan Zhao, hehe, sekarang kamu masih berani menghancurkannya tidak?

Tan Junqi sangat terkejut, tiba-tiba melompat dan mempelototi Ye Tian, menggertakkan gigi dan berkata:"Kamu……kamu……"

Ye Tian juga mempelototinya dengan wajah datar, berkata dengan dingin: "Di siang bolong, keringat menetes ke tanah, siapa yang tahu bahwa setiap butir nasi itu dihasilkan dari kerja keras, ribuan rakyat bersedia mengunyah kulit pohon, bagaimana denganmu, apa kamu tahu buang-buang barang itu memalukan?"

"Aku……aku……" kata Tan Junqi, dia tidak bisa berkata-kata untuk beberapa saat. Ayah sangat menyayanginya, tapi juga sangat keras, sebagai pejabat di pemerintah, dia bersih dari korupsi, orang rumah semuanya bergantung pada gaji bulanannya untuk menjalani hidup. Kakek nenek sesekali memberi uang, baru hidup jadi lebih lebih layak.

Terlepas dari ayah yang keras akan emosi dan menghukumnya, kalau Yang Mulia benar-benar meminta ganti rugi atas barang yang dihancurkannya pada ayahnya, bukannya sama saja dengan abak sendiri menghancurkan barang di rumah sendiri, membuang-buang uang?

"Kan cuma menghancurkan beberapa barang saja? Tidak perlu semarah itu kan?" Tan Junqi bergumam dengan suara kecil, mulut kecilnya mencibir, wajahnya penuh dengan ekspresi mengutuk seseorang.

Di dalam hati dia masih sangat takut Yang Mulia benar-benar mencari ayahnya untuk minta kompensasi, tapi mulutnya tidak bersedia mengalah juga.

Ye Tian mempelototinya, memperingatkan dengan syara dingin: "Hanya kali ini saja, selanjutnya tidak boleh lagi!"

Kucing liar itu masih keras kepala tidak mau mengakui kesalahannya, namun nada bicara itu jelas sudah lebih lembut, kamu masih belum cukup keras untuk melawanku, hehe.

Selesai bicara, dia menghempaskan tangannya, berbalik badan dan pergi, semelompok pejabat buru-buru mengikuti.

Keluar dari penjara langit, Ye Tian memberi beberapa perintah pada Yan Conghu dengan suara kecil, Yan Conghu mengayunkan tangan memanggil beberapa penjaga yang sedang bertugas, bisik-bisik sebentar baru pergi.