Aku Menjadi Kaisar

Bab 54 Hati Yang Susah Dimengerti

Bab 54 Hati Yang Susah Dimengerti

Zhao Yue memanglah jagoan nomor satu Profesi medis, hanya dengan menuruh jari di denyut nadi Yun Yue, dapat mengetahui bahwa dia tidak sakit. "Penyakit yang diderita nona ini hanyalah sakit hati, maaf saya tidak bisa banyak membantu."

Bahkan jika dia mempunyai kemampuan untuk menghidupkan orang mati, dia juga tidak bisa mengobati sakit hati apalagi meramu obat hati, hanya orang yang menyebabkannya sakit hati yang dapat mengobatinya, dia cuman bisa membantu meracik obat penenang saja.

Pipi Yun Yue merona, membungkuk memberi hormat, "Terima kasih Tuan Zhao."

"Sakit hati?" Wajah Li Ming Bo dipenuh dengan kebingungan, mengapa Yun Yue sakit hati? Apa yang dikhawatirkannya?Ya, pasti karena aku belum melamarnya, makanya dia khawatir, mungkin karena ini.

Sebenarnya, apa yang perlu dikhawatirkan? Yun Yue, aku cinta mati padamu, aku tidak akan mengecewakanmu. Hanya saja, ambisi pria sangatlah tinggi, aku akan menikahimu setelah menjadi tenar.

Li Mingbo mengira Yun Yue khawatir karena hal tersebut, dia berencana menjelaskan semuanya dengan Yun Yue saat ke Puncak Fengxia besok.

Ye Tian sangat senang, dia tahu kenapa Yun Yue sakit hati, semua karena puisi cinta tetang mengungkapkan cinta dengan memakan buah, aku tidak melihat keraguan cinta Li Mingbo untuk Yun Yue, seketika susah membuat keputusan.

Hehe, sepertinya, aku lebih mempesona.

Ye Tian merasa sedikit puas dalam hatinya, dia berpikir tentang bagaimana cara menghadapi Li Mingbo dan menghancurkan citra baiknya di hati Yun Yue.

"Tuan Zhao." Saya menyerahkan Jiang Bo dan Lu Yu kepada Zhao Yue untuk didisiplinkan, Tabib Zhao merawat kaisar dan selir di istana, mendapatkan hati kaisar, jika mereka cocok dengan tabib, biarkanlah mereka mengatakan kata-kata yang baik terhadap kaisar, meskipun tidak mendapatkan posisi tinggi, setidaknya bisa mendapatkan posisi pejabat.

Zhao Yue hanya memberi hormat dengan tangan di depan dada, lalu membungkuk pada Ye Tian dan berkata, "Tuan muda, saya undur diri."