Aku Menjadi Kaisar

Bab 61 Perasan Terang-Terangan

Bab 61 Perasan Terang-Terangan

Si muncikari ketakutan hingga wajah berubah pucat, betis keram, keringat tidak berhenti bercucuran di dahi. Meskipun dia masih belum tahu apa tugas Penjaga Heiyi, tapi setelah melihat Ketua Bagian Personalia menyusut seperti kura-kura, dia agaknya bisa menebak mereka pastinya bertemu masalah besar.

Pemberontakan merupakan tindakan kriminal yang akan menerima hukuman mati yang akan dijatuhkan pada semua anggota keluarga kriminalis. Tadinya mereka mengatakan bahwa mereka kemari untuk menangkap narapidana yang bermaksud memberontak. Jika seseorang asal menuduh, bukankah dia akan celaka?

Orang seperti dia yang kelihatan berjaya sebenarnya hanyalah alat yang dipergunakan Zhang Tingdeng untuk menghasilkan uang. Jika dia benar-benar ditangkap, Zhang Tingdeng tidak akan maju untuk menyelamatkannya. Tanpa dia, Paviliun Liuxiang tetap bisa beroperasi normal.

Hou Yaozong memasang senyum palsu sambil terkekeh-kekeh, "Aku harap ini hanya sebuah kesalahpahaman, hehe."

Dia tertawa aneh "Muncikari, lima koin perak untuk menebus lima psk dari tempatmu, sepakat atau tidak, bilang saja."

Hou Yaozong berbicara dengan si muncikari, tetapi matanya malah tertuju pada Liu Zhengwen. Kata-kata itu jelas diucapakannya untuk didengar Liu Zhengwen.

Lima koin perak, membeli lima pohon yang berbuah uang ...

Si muncikari nyaris memuntahkan darah di tempat. Untuk melatih empat psk unggul, dia menghabiskan separuh dari hidup dan energinya. Uang yang diinvestasikan di Qing Yu dan wanita lain saja setidaknya sudah sekitar 40.000 hingga 50.000 tahil perak. Itu adalah perak sungguhan. Uh Uh...

Si muncikari sangat enggan, tetapi transaksi ini berkaitan erat dengan kekayaan dan nyawanya sendiri. Jadi, dia tidak berani berkomentar, apalagi menunjukkan sedikit ketidakpuasan. Alhasil, dia hanya diam-diam melirik ke arah Ketua Bagian Personalia.

Tatapan Hou Yaozong yang tajam dan ganas membuat Liu Zhengwen merinding. Dasar, mau menebus lima psk dengan hanya lima koin perak, tidakkah itu terlalu kejam?