Aku Menjadi Kaisar

Bab 65 Istri Dan Selir

Bab 65 Istri Dan Selir

"Tu... tuan ... " Fei Yan menundukkan kepala dan tidak berani berbalik. Dia bisa merasakan pipinya seperti terbakar api, jantung berdegup kencang, tubuh menjadi tegang karena gugup.

Ye Tian baru saja memberikan janji lisan, bukti cinta, dan surat dagang diri kepadanya, belum secara resmi melamar atau menikahinya. Walau dia sangat bersedia untuk menyebut Ye Tian sebagai suami, tapi dia kesulitan untuk mengucapkan panggilan itu.

Walau mereka merupakan psk populer di kota kekaisaran yang tampak berjaya dan serba mewah, para bangsawan menghabiskan banyak uang untuk mereka, menulis puisi dan syair untuk memuji mereka, mereka tetap merupakan wanita pelacuran, mereka hanya ditakdirkan untuk menjadi selir.

Status istri dan selir sangat berbeda. Terkadang, selir di keluarga kaya tidak sebaik istri di keluarga miskin yang kekurangan makan. Semiskin apa pun, seorang istri tetap merupakan pasangan yang sah dan dinikahi secara resmi.

Pepatah mengatakan bahwa dewa memperebutkan sebatang dupa, orang memperebutkan selapis muka. Meskipun Qing Yu dan wanita lain merasa rendah diri, tapi mereka sangat nekat akan persoalan muka. Apa yang salah dengan selir? Aku tetap mensyaratkan pihak pria memberikan mas kawin, menjalani formalitas pernikahan sebagaimana mestinya, menikahiku dengan menduduki kursi sedan besar, serta mengadakan pesta meriah. Jika tidak, aku tidak akan menikah denganmu, tidak peduli sebaik apa pun kamu!

Orang-orang terpelajar dan terkemuka yang sering mengunjungi tempat pelacuran merasa menarik untuk menjadikan pelacur populer sebagai selir. Pria muda berkarakter baik yang memiliki latar belakang keluarga baik cukup banyak, pemuda yang menyatakan cinta kepada mereka berlima pun tidak sedikit. Tetapi para pemuda itu langsung mundur ketika para wanita mengajukan syarat seperti menikahi mereka dengan memberikan mas kawin dan menggunakan kursi sedan besar.

Dalam kerajaan feudal di mana kodrat pria lebih tinggi daripada wanita, klasifikasi identitas sangat ketat. Adat istiadat dan aturan yang diwarisi selama ribuan tahun mengakar dalam di masyarakat. Jika kamu berani melangkah lebih dari setengah langkah di luar batas, maka kamu mungkin akan mati tenggelam di dalam kritikan dan cemoohan yang tidak segan-segan dilemparkan masyarakat. Mereka yang merupakan orang terkemuka sangat menjaga muka, bagaimana mungkin mereka akan menyentuh batas dan menjadi musuh dunia hanya demi seorang selir dari pelacuran?

Kepribadian dan kemampuan Tuan Ye tidak hanya sebatas mengesankan kelima saudari tersebut. Tuan Ye tidak merendahkan mereka, sebaliknya menyemangati mereka, mencerahkan pemikiran mereka, serta mengatakan bahwa mereka harus menghargai diri sendiri jika ingin dihargai orang lain. Tuan Ye juga berjanji akan memberikan surat lamaran, menggunakan kursi sedan empat gerbong, menikahi mereka dengan pesta besar-besaran.