Duduk diam di kursi penumpang, Khanza menatap gemerlap lampu-lampu ibu kota. Jika siang tadi senyumnya mengembang saat duduk di tempat yang sekarang ia duduki, berbeda dengan detik ini. Tak sedikit pun senyum tersemat di bibir mungilnya.

Andra merasakan perubahan tersebut, itu sebabnya ia mengajak Khanza keluar dari apartemen dan menuju restoran untuk mengisi perut. Ia masih ingat, saat sedang seperti ini pelarian adiknya hanyalah makanan.

"Ini tempat Kakak ngisi perut," ucap Andra memecahkan kesunyian saat mobil memasuki pelataran parkir. "Biasanya kalau jam segini temen-temen Kakak udah pada ngumpul buat makan malam."

Andra segera memarkirkan mobil saat mendapatkan ruang kosong. Matanya melirik mobil yang berada di sebelah mobilnya kemudian membunyikan klakson saat tuan mobil tersebut keluar dari sana.

Mematikan mesin mobil, lelaki itu segera keluar dari mobil tersebut. "Tahu lapar juga lo," ucapnya pada seseorang yang menjadi alasan membunyikan klakson tadi.

"Lo pikir gue nggak punya perut?" Terkekeh, lelaki yang menjadi lawan bicara Andra mengalihkan perhatian kepada sosok yang baru saja keluar dari mobilnya.

Menengok ke belakang Andra tersenyum. "Adik gue," ucapnya pada teman sekelasnya itu.

"Oh." Dito membulatkan bibir. "Pantes mirip," tambahnya.

Berjalan santai menuju tempat tujuan, ia mengajak sang adik dengan anggukan kepala. Khanza mendekat menyamakan langkah. Khanza sedikit lega, ternyata kakaknya bisa berbaur dengan cepat di kota metropolitan ini.

"Adik lo datang dari Semarang?" tanya Dito pada Andra meskipun ia tahu yang sedang ditanyai sudah bergabung dengan mereka.

"Yep, baru nyampe tadi siang," jawab Andra kemudian menggenggam tangan adiknya saat mereka telah masuk di restoran yang malam ini hampir tak menyisakan tempat untuk mereka.

Beruntung Andra menyadari lambaian tangan seorang perempuan dari arah kanan mereka. Maya, perempuan yang paling berisik di kelas mereka, bukan berarti Dito dan Andra dekat dengan Maya, tetapi karena Erik, teman sekumpulan mereka berdua, memiliki hubungan spesial dengan perempuan tersebut.