Rafardhan: Aku di basemen.

Khanza tersedak makanannya ketika membaca chat dari Dhan. Mata hampir saja keluar dari tempatnya, tangan yang bebas menepuk dada. Ia menaruh ponsel pelan ke atas meja, kemudian meraih air. Meneguk air secukupnya, setelah itu berusaha tenang dan berusaha tidak terganggu dengan chat tersebut.

Tangan Khanza kembali meraih ponsel, belum sempat mengetik balasan, chat dari Dhan kembali masuk menghiasi layar ponselnya.

Rafardhan: Jalan yuk.

"Hah?" Hanya ucapan itu yang bisa keluar dari mulutnya, dengan cepat ia membalas pesan tersebut.

Khanza: Nggak sekolah?

Rafardhan: Nggak.

Khanza: bolos?

Rafardhan: bukan, aku minta izin.

Rafardhan: aku ke sana ya?

Khanza langsung berdiri dari duduknya, ia membersihkan meja makan, sebelum menuju kamar. Andra tak ada di apartemen, berada di sini berdua dengan Dhan bukanlah hal yang benar. Dengan cekatan ia mengenakan gamis sederhana, hijab, kemudian memoles sedikit bedak di wajah, dan pelembab bibir untuk penambah kesan manis.

Tangan Khanza meraih tas, dengan cepat memakai sepatu. Ketika ia membuka pintu, Dhan sudah berada di sana, hendak memencet bel.

"Eh?" Lelaki itu sedikit terlonjak kaget. Ia melihat penampilan Khanza. "Udah siap ternyata."

"Iya."

"Kak Andra mana? Aku mau pamit."

"Ke kampus." Jawaban Khanza menciptakan satu langkah mundur oleh Dhan.

"Oh."