"Lo di mana?" Dhan menatap layar ponselnya, sembari berbicara kepada seseorang yang berada di layar.

"Di kantin, kenapa kamu VC aku?"

"Kangen." Ia terkekeh melihat ekspresi Rian.

Di waktu istirahat kedua ini Dhan memutuskan untuk menghubungi Rian dengan niat untuk bisa mendengarkan kabar dari Khanza. Agar lebih merasa puas, ia menggunakan via video call untuk mendapatkan kabar yang lebih real.

"Della mana?" Pertanyaan Dhan hanya untuk sekadar menggoda temannya.

"Ada, nih."

Detik kemudian ia melihat layar ponselnya menampilkan Della sedang melambaikan tangan. "Ciee ... PJ, woi."

"Jomblo diam, aah," sindir Rian.

Dhan mendecak. "Khanza mana, An? Dia udah masuk sekolah?"

Temannya itu mengangguk. "Dia di kelas. Tak panggil, nih?"

Dalam hati, ia berucap syukur, setidaknya perempuan itu masih ingat dengan kewajiban untuk sekolah. "Nanti aja kalau lo udah balik ke kelas. Dia baik-baik aja, 'kan?"

"Yaa ... seperti biasanya. Kamu tahu, kan, si Khanza diam terus."

"Bawa HP nggak dia?"

"Lah? Manaku tahu. Del, Khanza bawa HP, nggak?"

"Kalau bawa, bilangin aktifin, gue mau nelepon."

"Iya iya, nanti Tak bilangin."

"Oke, jangan lupa ya, tak." Kemudian Dhan menyemburkan tawanya. "Bercanda, jangan diambil hati."