Langit cerah membentang cakrawala, awan putih memecah seperti berbuat salah, angin berhembus mendorong bahu agar cepat melangkah. Ah, biasanya Khanza menyukai langit cerah, tetapi sekarang ia benar-benar merindukan hujan agar rasa ini cepat berlalu tanpa berkeluh.

Ada banyak kesempatan yang bisa dijangkau untuk kembali menata hati. Namun, ada juga beribu alasan untuk menetap dan menunggu sepi yang akan merayapi. Jika saja keadaan berbalik dengan sangat cepat kepadanya, maka Khanza tak perlu khawatir meskipun sunyi telah menanti. Ya, dalam hati kecil ini sekuat apapun ia berusaha untuk melupakannya, sekuat itu pula rasa itu tak berhenti menjaga hati.

"Za?" Della memegang bahunya yang terturun lesu tak bersemangat. "Kamu kenapa, sih? Dari kemarin kayak orang nggak semangat."

"Nggak apa-apa." Ia menggeleng. "Ayo masuk." Lebih dulu melangkah memasuki mini market yang berada tidak jauh dari kawasan sekolah.

Dua tahun yang lalu, Khanza pernah pergi ke mini market ini bersama Dhan. Saat itu lelaki tersebut masih seperti remaja yang sederhana. Berteman dengan banyak orang, segan kepada yang lebih tua, selalu tersenyum ramah, tidak pernah bertengkar atau membuat masalah, dan lebih penting Dhan yang Khanza kenal dulu adalah seseorang yang tidak pernah membentaknya.

Ia meraih satu batang cokelat, sesuatu yang akan menaikkan mood-nya. Khanza menyukai sesuatu yang manis dan sedikit tak suka pada rasa pedas.

"Cokelat?" Della mengerutkan kening melihat apa yang sedang Khanza pegang. "Ini bukan valentine kali, Za."

Ia terkekeh mendengar celetukan temannya. "Iya juga, ya."

Terhitung sudah dua hari Khanza tidak menggubris telepon dari Dhan. Hari selasa ini, menandakan sudah satu minggu ia meninggalkan kota Jakarta. Beban yang ditinggalkan saat itu sudah selesai dipecahkan, tetapi kemudian di hari minggu ia kembali menuai salah.

Ya, Khanza pun sadar bersalah memaksa kehendak, tetapi bukan berarti saat menyadarinya ia akan langsung mengangkat telepon dari Dhan. Saat ini untuk kembali mengobrol dengan lelaki itu adalah kesalahan yang sangat besar karena Dhan telah berubah, ia berpresepsi jika masalah terulang lagi maka sakit yang didapatkan lebih dari saat ini.