"Nggak mau ke sana?" tawar seorang wanita kepada Dhan.

"Nggak, aku di sini aja, Bun," tolak Dhan kepada bundanya.

"Ya udah, kalau ada perlu ke sana aja, temui ayah dan Bunda," ucap Nada.

Dhan mengangguk, ia menyesap minuman di hadapannya membiarkan kedua orang tua itu pergi meninggalkan dirinya di meja yang berada dekat dengan panggung.

Di salah satu ruangan yang ada di bangunan lima belas tingkat, ia memperhatikan semua orang yang berada di sana, kaum Adam mengenakan tuksedo, sedangkan kaum Hawa mengenakan gaun yang berkilau, lampu-lampu menerangi setiap sudut ballroom, alunan musik klasik menderap di antara kebisingan.

Setiap orang memiliki pasangan, berdiri dan saling mengobrol. Dhan menjadi bingung, padahal di ruangan ini tersedia kursi, tetapi entah mengapa mereka lebih menyukai berdiri. Ulang tahun perusahaan keluarga Mahadri memang selalu mewah, bagi Dhan ini pertama kalinya ia ikut dalam acara ulang tahun ini.

Meja yang ia duduki adalah meja khusus untuk para petinggi, ia alihkan pandangan mencari remaja seumurannya, tepat ketika ia menoleh ke arah kiri di meja yang tidak jauh darinya terdapat empat remaja yang duduk melingkari meja sembari mengobrol.

Dhan pikir hanya dirinya remaja yang hadir dalam acara ini.

Orang tuanya, kakek, dan neneknya, sudah berbaur dengan para tamu, Dhan sendirian di tempat, memperhatikan para orang kaya berinteraksi. Mau bagaimana lagi, ia hanyalah orang kaya baru yang belum mengerti apa faedahnya menghadiri acara ini.

"Dhan!" seru suara berat memanggil namanya.

Ia menoleh ke asal suara. Nevan sedang tersenyum cerah kepadanya sembari menggendong Arnathan dan berjalan menghampirinya.

"Nggak ambil makan?" tanya Nevan.

Dhan menggeleng kemudian menjawab, "nggak lapar."

"Kalau gitu Paman titip Arnathan, ya, mau ambil kue dulu buat dia," ujar Nevan yang langsung dijawab anggukan oleh Dhan.

Kini ia tinggal terpisah dengan Ravi dan Ayaka, karena ayahnya sudah membeli rumah untuk mereka huni bersama, Dhan menjadi jarang bertemu Arnathan, biasanya ketika pulang sekolah yang langsung ia tanyai adalah adik sepupunya itu.

"Mamanya Than di mana?" tanya Dhan kepada adik kecilnya.

"Cuh ...." jawab balita itu sembari menunjuk ke arah di mana Thalia berada.

Lima menit mengajak adik sepupunya mengobrol, Nevan kembali menghampiri mereka dengan membawa minuman serta kue berwarna-warni untuk Dhan dan Arnathan.

"Paman nggak gabung, ngobrol sama mereka?" Dhan mengambil satu cupcake yang dibawa Nevan tadi.