Namaku Sherenada Ocha, orang yang mengenalku biasa memanggilku Shiren. Hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA, aku masuk di SMA Favorit yang ada di kotaku dengan jurusan IPA.

Aku melangkah memasuki gerbang sekolah. Masih belum begitu ramai, hanya ada beberapa siswa-siswi saja karena jam masih menujukkan pukul 06.05. Aku sengaja berangkat pagi untuk mencari kelasku karena aku belum mengetahui letak kelasku. Aku terus berjalan di koridor sekolah sambil melihat kanan kiri untuk mencari kelasku. Aku menatap papan tulisan yang berada di atas pintu kelas X IPA 1. Aku melangkah masuk ke dalam kelas dengan perlahan, baru 3 langkah kakiku menapak lantai kelas tersebut seorang cewek rambut sebahu berlari menghampiriku.

Ia melambaikan tangannya singkat. “Halo!”

Aku tersenyum tipis, aku sangat sulit untuk bersosialisasi dan sangat sulit untuk langsung dekat dengan orang yang baru kukenal, bisa dibilang aku adalah seorang cewek yang pendiam. 

Ia melihat nametagku sebentar dan langsung menatapku kembali. Tangannya ia ulurkan. “Kenalin gue Tiara, lo pasti Sherenada,”

Aku menjabat tangannya sebentar. “Panggil aja Shiren,”

“Shiren,” Tiara mengangguk pelan.“Duduk sama gue yuk,”

Belum sempat aku memberi jawaban, tanganku sudah ditarik terlebih dulu dengan Tiara, menuju bangku dibaris kedua deret paling samping dekat pintu dan jendela.

Aku duduk di kursi sebelah jalan dan Tiara duduk di kursi dekat jendela. Tiara menceritakan sesuatu hal yang membuat aku mengerti banyak tentang dia, tentang rumahnya, tentang keluarganya, tentang sekolah SMP nya dulu, dan banyak lagi. Aku mendengarnya dengan antusias.

Tiara terdiam sejenak, pandangan kami tertuju kepada seorang cewek hitam manis dengan rambut panjang terurai yang sedang berdiri di samping meja kami.

“Ehmm, di depan sini kursinya masih kosong nggak?” tanya cewek hitam manis tersebut.

“Masih kosong deh kayaknya, tempatin aja,” jawab Tiara.

Ia mengangguk dan duduk di kursi depanku sambil menghadap ke belakang. “Nama kalian siapa?” tanyanya sambil mengulurkan tangan.

Aku menjabat tangannya. “Shiren,”

Tiara menjabat tangannya. “Gue Tiara. Nama lo siapa?”

“Nama gue Sila,” jawabnya dengan tersenyum.