Aku duduk di kursiku dengan menenggelamkan wajahku di atas lipatan tanganku. Hari ini aku sangat mengantuk sekali, semalam aku hanya tidur dua jam saja karena insomnia. Untung saja jam pertama pelajaran kali ini kelas kosong karena gurunya izin tidak masuk, jadi aku bisa memejamkan mataku sejenak walaupun aku tidak tidur sungguhan tapi itu sudah cukup untuk mengistirahatkan mataku.

Aku berniat membasuh wajahku agar tidak terlalu mengantuk karena setelah ini jam pelajaran ke dua akan dimulai. Aku mengangkat kepalaku dan langsung menatap Tiara yang sedang memandangi kursi Sila yang kosong.

Sila memang tidak masuk sejak dua hari yang lalu setelah kejadian waktu itu yang katanya Reno selingkuh. Aku khawatir dengan Sila, ponselnya tidak bisa dihubungi sama sekali selama dua hari ini. Saat kemarin aku mendatangi rumah Sila bersama Tiara rumahnya juga sangat sepi dan tidak ada satu orang pun di rumahnya.

Aku dan Tiara mencoba berpikir positif terhadap keadaan Sila, mencoba berpikir bahwa Sila sedang baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa dengan dia.

Aku bangkit dari dudukku. "Aku ke toilet sebentar ya."

"Gue ikut."

Aku dan Tiara berjalan keluar kelas. Di koridor kelas sangat sepi tidak ada satu siswa-siswi pun yang terlihat karena memang belum waktunya jam istirahat.

Tiba tiba seorang cowok berlari keluar dari pintu kelas 10 IPS 1 yang hampir saja menabrakku dan aku berhenti mendadak.

"Eh sori sori," kata cowok itu.

Aku melihatnya, aku tidak asing dengannya, Reno, iya dia Reno pacar Sila.

"Lo temennya Sila kan? Sila mana?" tanyanya.

"Sila nggak masuk udah dua hari ini," kata Tiara.

"Kemana?" Reno mengerutkan keningnya.

"Masa pacar sendiri nggak tau sih pacarnya kemana," kata Tiara sambil menarik tanganku meninggalkan Reno.

"Aneh," kata Tiara.

Aku berpikir mungkin Sila masih marah dengan Reno sampai Reno tidak tahu jika Sila tidak masuk sekolah. Dan aku belum belum menceritakan perihal Sila yang diselingkuhin oleh Reno kepada Tiara, biar Sila sendiri yang cerita nantinya.

***

Aku berjalan bersama Vera, Rega, dan Akbar menuju parkiran sekolah. Hari ini kami akan mengerjakan tugas kelompok di rumahku.

"Rega!"

Terdengar suara teriakan dari arah belakang dan seketika semua menoleh ke arah sumber suara, terlihat Leo yang sedang berlari ke arah kami.

"Capek astaga," kata Leo yang berhenti dengan ngos-ngosan.

"Ngapain sih lo?" tanya Rega.