"Besok malam kita keluar yuk, kan malam minggu." Leo duduk di bangku sebelah Sila yang kosong sambil meneguk minuman sodanya.

"Kemana?" tanya Sila.

"Ke kafe aja, gue bosen banget di rumah."

"Boleh." Tiara memekik dengan sangat kerasnya.

"Buset, suara lo melengking banget sih Ra," kata Leo.

"Lo baru tau?"

"Nggak juga sih, tapi tuh biasanya nggak sampai kayak yang tadi, bikin telinga sakit aja." Leo mengusap kedua telinganya.

"Heleh." Tiara memutar bola matanya.

"Rega kemana?" tanyaku secara tiba-tiba karena seharian ini aku tidak melihat Rega sama sekali, seperti aneh rasanya.

"Ciee, nyariin Rega, kangen ya Ren?" Leo menggodaku.

"Cuma nanya aja."

"Iya ya tumben banget dia nggak nyamperin Shiren sama sekali, biasanya kan dimana ada Shiren juga ada Rega dan dimana ada Leo pasti juga ada Rega," kata Sila.

"Gue juga baru nyadar." Tiara mengedarkan pandangannya ke seluruh sisi kelas.

"Tiba-tiba ngilang," kata Leo.

"Lo nggak tau dia kemana?" tanya Sila.

"Enggak, dia nggak bilang apa-apa."

"Oke deh, balik ke topik, kalian besok harus ikut semua, nggak boleh ada yang nggak ikut, gue maksa nih, besok gue share tempatnya."

"Lo traktir kan?" tanya Tiara.

"Yaa.. enggak lah, gue pergi dulu, bye." Leo berdiri dari duduknya dan pergi dengan tertawa.

"Leooo, sampah lo." Tiara teriak dan mengangkat sampah botol milik Leo.

"Buangin," teriak Leo yang sudah hilang di balik pintu.

"Anak aneh," kata Tiara.

Aku dan Sila tertawa melihat Tiara yang sedang kesal.

***