Aku berdiri di depan gerbang rumahku untuk menunggu Rega. Hari ini langit tampak cerah dan pastinya secerah hatiku.

Rega dengan motor sport kesayangannya berhenti di depanku.

Rega membuka helm fullfacenya. "Selamat pagi ibu negara."

Aku tersenyum melihat Rega. "Hai kapten!"

"Yuk berangkat."

Aku memakai helmku dan naik ke motor Rega.

Sepanjang perjalanan aku dan Rega mengobrolkan hal-hal kecil hingga tiba di parkiran sekolah.

"Kenapa diem aja?"

"Gapapa Rega."

"Gemes deh sama cantikku ini." Rega mencubit pipiku.

"Apa sih Reg." Aku tertawa pelan, pipiku memanas.

"Yuk." Rega menarik tanganku pelan dan melangkah menuju kelas.

"Tunggu!" teriak seseorang dari kejauhan.

Aku dan Rega menoleh ke belakang dan menemukan Leo yang berlari dengan kencang dengan diikuti Tiara di belakangnya.

"Pasti mereka berantem lagi." Rega tertawa.

"Tolongin gue." Leo bersembunyi di belakang badan Rega.

"Nyebelin banget Leo, kuncir rambut gue selalu aja di tarik-tarik, jadinya berantakan nih rambut gue." Tiara berhenti di sebelahku dengan terengah-engah, rambutnya terurai.

"Nih Ra, pukul nih pukul." Rega mendorong Leo ke arah Tiara dengan tertawa.

Tiara memukul lengan Leo dengan keras hingga Leo meringis.

"Udah Ra." Aku mencoba menenangkan Tiara.

"Siniin kuncir rambut gue, risih tau nggak sih kalau diurai kayak gini." Tiara memegangi rambutnya.

"Tapi cantik," kata Leo.

Aku dan Rega saling pandang dan menahan senyum.

"Heh." Tiara melotot.