"Hari ini ekskul, bisa ketemu kakak-kakak ganteng, bikin semangat deh." Tiara membereskan alat tulisnya dengan semangat.

"Yeee selalu aja lo gitu, kebiasaan deh," kata Sila. "Gue duluan ya, mau ke kantin dulu beli air mineral." Sila bangkit dari duduknya.

"Bareng, gue juga mau beli minum," kata Tiara. "Kita duluan ya Ren."

Aku mengangguk. "Iya."

"Bye." Sila melambai singkat dan melangkah keluar kelas bersama Tiara.

"Gue duluan ya, mau langsung pulang," kata Leo yang sudah melangkah keluar kelas dengan cepat.

"Hati-hati Le," teriak Rega yang sudah berdiri di sebelah mejaku.

"Iya."

"Ekskul kan hari ini?" tanyaRega sambil melihatku.

Aku mengangguk. "Iya, kamu juga kan?"

Rega mengangguk. "Yaudah yuk."

Aku dan Rega melangkah keluar kelas.

"Hai Shiren!" sapa Tea begitu aku keluar dari kelas.

Aku mengerutkan keningku. "Kok ada di sini?" tanyaku dengan bingung, pasalnya kelas Tea sangat jauh dari kelasku.

"Jemput lo, hari ini ekskul kan? Kita bareng-bareng ke ruang ekskul, gue nggak berani." Tea tersenyum menunjukkan deretan giginya.

Aku mengangguk. "Baik banget jemput aku segala." Aku tertawa pelan.

"Ya pengen aja, lagian enak banget sih temenan sama lo." Tea tertawa pelan.

"Bisa aja deh." Aku menatap Rega yang berada di sampingku. "Aku ekskul dulu ya," kataku kepada Rega.

Rega mengangguk. "Nanti samperin aku di lapangan ya, jangan pulang sendiri. Hati-hati juga sama kak Malvin," kata Rega dengan wajahnya yang menunjukkan kekhawatiran kepadaku. Rega mengelus puncak kepalaku singkat.

Aku mengangguk pelan dan melangkah bersama Tea ke ruang ekskul.

"Pacar lo ya? Dia kapten sepak bola kan? Rega?"