Aku telah siap dengan dress selutut warna abu-abu, sepatu hills hitam yang tidak terlalu tinggi dan sling bag hitam. Rambutku yang sudah panjang kubiarkan terurai.

"Anak mama cantik banget," kata mama.

"Gugup ma," kataku.

Mama mengernyitkan dahinya menatapku. "Kenapa?"

"Di acara pertemuan keluarga Rega nanti pasti banyak orang."

"Yaudah gapapa, biar kamu sekalian kenalan sama keluarga besar Rega, pokoknya yang sopan."

Aku mengangguk pelan.

"Aku berangkat dulu ya ma." Aku mencium punggung tangan mama.

"Hati-hati ya."

Aku melangkah keluar rumah dan mobil Rega baru saja berhenti di depan gerbang.

Rega turun dari mobilnya dan menghampiriku dengan senyum manisnya. "Cantik banget sih," kata Rega.

"Iya dong, kan pacar kapten." Aku tersenyum.

Rega mengacak rambutku.

"Yuk berangkat." Rega membuka pintu mobilnya untukku.

"Makasih," kataku.

Sepanjang perjalanan aku hanya diam dengan gelisah hingga sampai di depan sebuah rumah yang sangat besar seperti istana. Beberapa mobil mewah terparkir di garasi. Aku dan Rega turun dari mobil.

"Are you okay?"

"Aku gugup." Aku menatap Rega.

"Nggak usah gugup sayang. Yuk masuk." Rega menggenggam tanganku dan melangkah masuk ke dalam.

Aku melihat beberapa orang yang sudah berkumpul di ruang keluarga, ada tante Rani juga om Tio. Rega kemudian mencium punggung tangan mereka secara bergantian dan aku pun juga.

Mereka melihatku dengan tersenyum dan aku membalas senyumnya.

"Duduk dulu sayang," kata tante Rani.

Aku duduk bersama Rega di sofa yang kosong.

"Shiren, itu oma sama opa, om Tora sama tante Leni, om Wira sama tante Tiara," kata Rega.

"Saya Shiren, teman Rega," kataku dengan sopan.

"Dia pacar Rega," kata Rega.

"Dia yang sering kamu ceritain?" tanya oma.

"Iya, berhasil kan Rega dapetin Shiren," kata Rega.

"Kamu kayak opa, penakluk wanita," kata opa dengan tersenyum.

"Pinter banget Rega cari pacarnya kayak om," kata om Tora sambil tertawa.

"Calon mantunya aku nih," kata tante Rani.

"Cantik banget kayak tante," kata tante Tiara.

"Bisa aja deh," kata Rega sambil tertawa.