Liburan telah usai. Hari ini aku telah masuk sekolah dan sudah kelas 11.

"Rindu banget gue sama kalian," teriak Tiara begitu memasuki kelas dan berlari memelukku.

"Heh, nggak usah teriak-teriak bisa nggak sih, nyaring banget suara lo tuh, kebiasaan deh," kata Leo.

"Suka-suka gue lah, julid aja lo," kata Tiara dengan sewot.

"Lah, kenapa malah gue yang lo marahin sih," protes Leo.

"Dahlah diem aja lo," kata Tiara.

"Iya iya gue ngalah." Leo memutar bola matanya.

"Lo sih kalau diajakin kumpul nggak pernah bisa Ra," kata Rega.

"Ya kan gue nggak di Jakarta," kata Tiara sambil melepas pelukannya.

"Iya deh iya yang liburan ke Lombok, kita mah apa ya, liburan nggak kemana-mana, rebahan doang di rumah," kata Sila yang baru saja datang.

"Lo kenapa tiba-tiba ke Lombok sih? Tumben nggak bilang-bilang dulu? Tau gitu kan kita ikut, bosen banget di rumah, rebahan terus nggak kemana-mana," tanya Leo.

"Nenangin diri gue tuh di Lombok." Tiara duduk di kursi kosong sebelahku.

"Kenapa lo? Putus sama pacar lo? Patah hati?" tanya Sila.

"Iya." Tiara mengangguk.

"Wah gue udah kayak peramal aja ya." Sila duduk di kursinya.

Leo tertawa terbahak-bahak.

"Apa lo?" Tiara melotot.

"Kasihan jomblo," kata Leo dengan masih tertawa.

"Lo kan juga jomblo Le," kata Rega.

Leo menghentikan tawanya dan menggaruk kepalanya. "Iya juga sih."

"Bisa tuh habis ini kalian jadian biar kita-kita dapat traktiran." Rega menaik-naikkan kedua alisnya.

"Idih." Tiara bergidik.

"Mulutnya dijaga ya Regaaa," kata Leo dengan kesal.

Aku tertawa pelan.

"Lo berapa lama di Lombok?" tanya Rega.