Jam menunjukkan pukul satu siang. Aku tersenyum menatap keluar jendela yang menampilkan langit biru cerah dengan burung yang berterbangan kesana kemari.

"Udah siap?"

Aku menoleh ke belakang, Rega berdiri di ambang pintu sambil menatapku tersenyum.

Aku mengangguk.

Rega melangkah menghampiriku. "Yaudah yuk, mama sama papa kamu masih ngurus administrasi, kita disuruh nunggu di parkiran." Rega mendorong kursi rodaku. "Seneng nggak?"

Aku mengangguk. "Seneng dong."

"Kalau kamu seneng aku juga pasti seneng."

Aku tertawa pelan.

Kami tiba di dekat mobil papa. Rega menggendongku masuk ke dalam mobil.

"Udah nggak ada yang ketinggalan kan?" tanya mama yang tiba-tiba datang.

"Nggak ada ma," jawabku.

"Biar Rega aja om yang nyetir," kata Rega kepada papa saat papa akan masuk ke kursi kemudi.

"Nggak usah Reg, biar om aja." Papa masuk ke kursi kemudi dan menyalakan mobil.

Rega duduk di sampingku dan mama duduk di depan di sebelah papa.

Papa melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata. Sepanjang perjalanan kami mengobrol hingga sampai di depan rumah.

"Mau naik ke kursi ke roda?" tanya mama.

"Apa mau langsung ke kamar aja biar aku gendong?" tanya Rega.

"Langsung ke kamar aja," jawabku.

"Rega kuat?" tanya mama.

"Kuat kok tante." Rega menggendongku masuk ke dalam kamarku yang berada di lantai dua.

Aku menatap Rega yang semakin hari semakin tampan menurutku.

"Kenapa ngelihatin aja?" tanyanya sambil terus melangkah menggendongku.