Lucky Rich CEO

Bab 24 Tunangan

Bab 24 Tunangan

Tepuk tangan yang riuh memenuhi seisi ruangan itu, menyaksikan kedua wanita turun menyusuri tangga. Sambil berpegangan dan mengumbar senyum, apalagi wanita yang memakai tiara di kepalanya. Salah satu hari yang penting untuknya, kebahagiaan membuncah di hatinya saat ini.

Semua mata tertuju pada kedua wanita itu, senyuman yang lebar juga terpancar oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut. Itu pertanda bahwa yang berada disana sangat bahagia dengan acara yang akan segera dilaksanakan ini.

"Cantik sekali adiknya Kakak ini," ujar salah satu pria yang memakai jas rapi menghampiri kedua wanita itu.

Mereka bertiga berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan, tepatnya ditengah-tengah orang tua Julia. Tentu saja itu adalah Julia yang sedang berbahagia, dimana hari ini adalah hari pertunangan dirinya dan Bert.

Yang mendampinginya tadi adalah Marini dan Erwin, Kakak ipar dan kakaknya. Senyuman Julia sangat lebar, itu tandanya ia sangat bahagia hari ini. Disebelah kanannya ada Marini yang setia menggenggam tangannya sejak turun tangga tadi.

Marini juga tersenyum tidak kalah lebar dengan Julia, karena ia sangat senang karena Adik iparnya segera memiliki tunangan. Marini juga tidak sabar melihat siapa calon dari Julia ini. Sejak turun tangga, ia belum bisa melihat siapa pria yang duduk ditengah-tengah. Karena pria itu memunggungi mereka yag turun dari tangga, dan pria itu tidak menoleh seperti yang lain.

Sebentar lagi Marini akan melihat pria yang akan menjadi Adik iparnya itu. Marini menuntun Julia sampai ke tempat duduknya, tersenyum pada kedua calon mertuanya juga. Kemudian membalikkan badannya agar bisa melihat siapa calon iparnya nanti.

Deg! Marini terkejut meliha siapa pria yang duduk di tengah-tengah sana. Orang yang sangat ia kenal, ini sangat tidak terpikir oleh Marini. Tanpa sengaja kedua mata mereka bertemu, hingga saling tatap beberapa detik.

Dengan cepat Marini memutuskan kontak mata dengan Bert. Sedikit salah tingkah karena tatapan Bert yang tepat dimatanya. Lalu Marini menghampiri Erwin yang menunggunya untuk duduk bersama.

Marini masih terkejut saat melihat Bert yang duduk di sana, rasanya percaya tidak percaya bahwa Bertlah yang menjadi Adik iparnya. Marini duduk bersebelahan dengan Erwin tentunya, dari samping Erwin melihat keterkejutan dari Marini dan itu sudah Erwin prediksi.

"Kamu kenapa? Kaget kalo Bert yang jadi tunangan Julia," kata Erwin sedikit berisik kepada Marini.

"Hah? Sedikit," jujur Marini, karena itu yang ia rasakan sekarang.

Erwin tersenyum, reaksi Marini sangat menggemaskan baginya. Dirinya terus memperhatikan wajah Marini yang lebih cantik dari biasanya, karena polesan make up natural. Dari sana Bert terus menatap kearah Marini, menandakan bahwa Bert masih ada rasa pada Marini.