Madam’s bodyguard

Bab 1 Wanita Cantik Yang Asing Di Atas Ranjang

Bab 1 Wanita Cantik Yang Asing Di Atas Ranjang

"Uh...kepala benar-benar sakit." Qinfeng yang masih setengah sadar langsung merasakan sakit kepala saat membuka kedua matanya. Tapi setelah mengingat kemarin malam dia minum sangat banyak, dia pun juga mengerti.

Minum alkohol sebanyak itu, sudah pasti akan sakit kepala.

"Aih, kalau bukan karena pria tua itu yang memaksa aku menikah aku juga tidak akan seperti ini. Kehidupan jomblo yang kasihan aku ini akan berakhir begitu saja." Qinfeng baru kembali satu bulan, dia sudah memiliki tunangan, dia sampai memiliki niat untuk menabrakkan kepalanya sampai mati.

Tunggu.

Qinfeng tiba-tiba merasa di sebelahnya sepertinya masih ada satu orang, dia melihat ke sebelah dengan pelan, dan ternyata ada satu wanita cantik yang sedang telanjang.

Di samping mulutnya yang sedang tersenyum manis itu ada dua lesung pipi, kedua kaki panjangnya terlihat di luar. Dadanya juga setidaknya ada 36D, dilihat dari kedua kaki panjangnya saja sudah bisa dilihat ini adalah wanita cantik yang berkualitas.

Tapi, itu bukan yang paling menusuk matanya.

Yang paling menusuk mata adalah darah di atas ranjang.

"Astaga, bercanda ya, ini...jangan-jangan wanita perawan?" Qinfeng mengucek matanya, dia benar-benar tidak percaya dengan yang dilihatnya.

Wanita perawan, di dunia ini benar-benar sangat langka...tentu saja kecuali anak TK!

Di saat ini, Qinfeng baru mengingat kejadian kemarin malam dia bertemu dengan wanita ini. Ternyata kemarin malam mereka berdua minum terlalu banyak, saat keluar dari bar, wanita ini terjatuh di badannya.

Dan Qinfeng yang sedang setengah sadar itu membawanya kembali ke hotel.

Cerita selanjutnya tentu saja tidak perlu diceritakan.

"Aih, benar-benar sial." Qinfeng menghela nafasnya "melakukan hal itu dengan wanita secantik itu bisa-bisanya di saat aku sedang mabuk. Sekarang aku tidak mengingat apa-apa. Bagaimana kalau, sekali lagi?"

Saat sedang berpikir untuk melakukannya sekali lagi dan melihat darah yang menusuk mata itu, Qinfeng benar-benar tidak tega melukai wanita cantik di atas ranjang ini.

Tidak tahu kenapa, muncul rasa kasihan di hatinya.