Madam’s bodyguard

Bab 12 Toko Hongliu

Bab 12 Toko Hongliu

"Hebat bro!"

Chenqi membesarkan matanya, ini baru berapa lama, bisa-bisanya Qinfeng sudah berbaur dengan polisi wanita cantik, benar-benar membuat orang iri. Setelah ragu-ragu sebentar, Chenqi memutuskan lebih baik jangan muncul, maka dia langsung pergi begitu saja melewati badan Qinfeng.

"Aih..." Qinfeng mengangkat tangannya baru mau menyapa, tapi tidak disangka Chenqi pergi begitu saja meninggalkan Qinfeng.

"Itu teman kamu? Benar-benar hebat."

"Bisa dibilang iya, hari ini baru kenal, walaupun orangnya sedikit berlebihan, tapi sifatnya lumayan bagus." walaupun Chenqi tidak ada kesempatan untuk menolong Qinfeng, tapi dia tetap mengetahui niat baik dari orang ini.

"Baiklah, aku sudah harus balik ke kantor, kamu kerja dulu saja." Qinfeng berpikir-pikir, dia tetap memutuskan untuk kembali ke kantor.

"Bagaimana kalau aku antar kamu?" mata Fangyun berputar-putar tidak tahu sedang berpikir apa.

Qinfeng mengerutkan alisnya, "sekarang jam kerja, kamu pergi begitu saja tidak masalah?" diantar oleh Fangyun tentu saja bagus, tapi kalau mempengaruhi pekerjaan dia, lebih baik dilupakan.

Fangyun berkata "tidak perlu kamu kasih tahu, aku keluar karena ada kasus, aku antar kamu juga karena sejalan."

"Haha. Kamu?" Qinfeng mengikuti Fangyun sambil tertawa.

Fangyun melihat Qinfeng dengan kesal dan tidak terima, "Kenapa? Kamu juga meremehkan aku? Tunggu saja, aku pasti akan memperlihatkan kasus besar yang aku urus."

Qinfeng berkata dengan serius "melakukan sesuatu harus langkah demi langkah, kalau terjadi apa-apa, kamu akan menyesal seumur hidup."

"Kenapa kamu tiba-tiba berubah secepat itu." Fangyun tidak tahu dia mendengarnya atau tidak. Sampai sekarang dia masih tidak bisa memahami Qinfeng, tapi dia sangat yakin, Qinfeng adalah orang yang memiliki cerita.

Fangyun bilang keluar ada urusan, tapi tidak membawa mobil polisi dan membawa satu mobil offroad yang terlihat ganas.

Setelah naik mobil, mungkin karena mengingat masa lalu, Qinfeng terdiam dan tidak bicara apa-apa. Sementara Fangyun juga fokus membawa mobil, dia terlihat seperti memiliki beban yang berat di hatinya.

"Kalau tidak...kamu ikut aku?" ucap Fangyun tiba-tiba.

Qinfeng berpikir-pikir, lagipula kembali ke kantor juga tidak ada urusan apa-apa, ikut pergi juga tidak ada masalah, dia berkata "kamu telepon Baiqin dan bilang, agar dia tidak khawatir."

"Kamu setuju!" muka Fangyun terlihat bersemangat.

"Ini, kakak Qinqin mau bicara dengan kamu." setelah Fangyun dan Baiqin bicara sebentar, dia memberikan HPnya ke Qinfeng.

"Aku Qinfeng..."

Qinfeng baru bicara, suara Baiqin yang dingin terdengar "kenapa tidak kamu sendiri yang bilang? Memangnya aku benar-benar menakutkan seperti itu?"