Married By Accident

Bab 41 Kedatangan Seorang Teman

Alis Alana sedikit berkerut begitu ia dapati sesuatu yang lain mengalir dari ke kedalaman pahanya setiap kali ia mengambil langkah.

Tak lama kemudian bunyi shower kamar mandi yang dinyalakan terdengar.

Alana tidak membutuhkan waktu lama untuk sekedar membersihkan dirinya. Begitu ia sudah selesai ia pun pergi untuk bercermin dan tidak lagi terkejut dengan banyaknya kiss mark kemerahan di sekujur tubuhnya.

Kebiasaan Zayn yang satu ini sudah membuat Alana terbiasa. Zayn merupakan tipikal pria yang suka sekali meninggalkan tanda kepemilikan di tubuh Alana.

Drrt! Drrt! Drrt!

Suara getar di ponselnya langsung menyentak Alana yang tadi masih menelusuri jejak-jejak yang Zayn tinggal kan di tubuhya. Ia pun lalu mengecek ponsel nya dan mendapati kalau sang suami lah yang menelpon.

"Aku sudah bangun. Baru saja." Jawab Alana.

Dari suara pria itu yang seakan cemas membuat senyum tulus terukir di bibir mungil Alana. Dan kebiasaan lainnya dari Zayn setelah mereka berhubungan intim ialah kelembutan pria itu kemudian kepada dirinya. Pria itu akan dengan penuh perhatian memanjakan Alana.

"Bolehkah aku meminta Melani untuk datang berkunjung, Zayn?" Tanya Alana antisipasi. Ia menunggu dengan sabar suaminya untuk menjawab. Begitu ia mendapatkan persetujuan dari pria itu Alana rasanya ingin melompat karena girang dan bahagia luar biasa.

"Terima kasih, Zayn. Aku akan menghubungi dirimu kalau Melani datang."

Sedangkan Zayn yang sekarang berada di dalam kantornya ikut tertular oleh suara bersemangat dari Alana. Pria itu tidak tahu betapa sangat lembut wajahnya setiap kali pria itu mengobrol santai dengan sang istri. Andai saja ia sadari itu, mungkin Zayn akan tahu kalau pria itu sudah mengembangkan perasaannya pada Alana. Namun Zayn yang keras kepala seperti tidak mau memikirkan kenyamanan yang dibawa Alana di dalam hidup pria itu sendiri.