Married By Accident

Bab 43 Kemarahan Zayn

"Kau harus jaga kesehatan dengan baik, Alana. Jangan terlalu banyak berpikir. Kalau perlu mintalah pada suami mu untuk berjalan-jalan di pagi hari. Udara pagi yang bersih sangat baik untuk menenangkan poikiranmu yang gelisah." Nasehat Melani pada Alana. Ia pun melepaskan pelukan keduanya.

"Kau benar. Nanti aku akan membicarakannya pada Zayn."

"Kau memiliki jogging track yang bagus fasilitasnya, tapi tidak kau pakai. Benar-benar tak tahu cara menikmati hidup." Ucapnya pura-pura kesal. Alana tergelak begitu melihat Melani yang sewot.

"Baik, baik, aku akan sering sering berolahraga nanti, Mel." Bujuk Alana lagi yang membuat Melani tertawa.

"Aku akan kembali lebih dulu kalau begitu, Alana. Aku senang bisa melihat mu lagi dan melihat mu hidup lebih baik." Kata Melani tulus. Alana menarik bibirnya ke atas menanggapi ucapan temannya tersebut.

Jika Melani saja tidak bisa melihat kesusahan hatinya maka ia pikir aktingnya cukup profesional untuk bisa mengelabui salah satu temannya yang peka ini.

Dengan itu Melani pun berpamitan pergi dari sana. Dan Alana yang berdiri di luar gerbang menjadi santapan paparazi yang sangat mengincar kehidupan Zayn. Wanita itu tidak sadar sama sekali dengan keadaan sekitarnya, dan menganggap bahwa semuanya masih aman seperti biasa.

Tidak menyadari jika setelah identitas dirinya terpapar maka hidupnya yang damai tak akan pernah ada lagi.

***

Berita itu menyebar dengar cepat. Foto Alana yang memakai setelan mini dress berwarna salem selutut menjadi buah bibir di kalangan para sosialita. Di tambah dengan posisi Alana pada saat di foto sedang mengusap perutnya yang nampak menonjol.

Spekulasi pun bermunculan mengenai kehamilan istri Zayn dan identitas wanita itu yang dirahasiakan.