Married By Accident

Bab 47 Cinta Pada Orang Yang Salah

Zayn melangkah masuk ke dalam kamarnya. Pria itu lalu duduk di dekat Alana yang sudah tertidur lelap. Dari alis wanita itu yang mengernyit dan bibirnya yang mengerut, Zayn pastikan kalau Alana lagi-lagi tidak tidur nyenyak.

Sudah lebih dari satu bulan sejak kedatangan ibu mertuanya ke rumah mereka. Alana berubah menjadi lebih banyak diam, wanita itu lebih memilih mengasingkan dirinya, jika mereka pun sedang berpapasan, Alana hanya menyapanya sebentar dan setelah itu, wanita ini kembali menjadi lebih dingin saja.

Zayn tidak tahu bagaimana memperlakukan Alana yang seperti ini. Ia bahkan tidak ingat sejak kapan itu di mulai, hubungan mereka menjadi sangat renggang. Keramah tamahan yang Alana biasa tunjukkan sudah jarang sekali ia dapatkan, dan bahkan ketulusan serta sambutan hangat di ranjang yang biasa ia rasakan juga secara perlahan-lahan ikut menghilang.

Di antara mereka, benar-benar ada yang berubah dan Zayn mendapati itu sangat tak biasa. Ia tidak terbiasa dengan sikap Alana yang berubah tak peduli terhadapnya.

Pria itu mengulurkan tangannya untuk membelai pipi Alana yang halus. Pipi berlemak itu nyatanya enak sekali ia cubit, Alana yang hamil begini nampak imut dan juga menggemaskan di matanya.

"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat mu kembali padaku, Alana." Gumam Zayn dengan suara tertekan. Bahkan jika pria itu mulai merasakan ketidaknyamanan akibat sikap Alana yang berubah, Zayn tetap berpegang teguh pada pendiriannya yang berpikir bahwa ia tidak jatuh cinta pada istrinya tersebut.

Ia hanya terus mensugesti dirinya sendiri dengan alasan konyol dari perjanjian pernikahan yang ia jalani dengan Alana sekarang. Bagi Zayn, kemurnian serta ketulusan yang coba wanita itu tunjukkan padanya hanyalah lelucon untuk membuatnya senang. Bagi Zayn, cinta merupakan omong kosong belaka yang tidak bisa ia percayai lagi. Karena suatu alasan dan ketidakpercayaan yang ia tanamkan pada pikirannya sendiri, membuat Zayn pada akhirnya memilih untuk menyembunyikan perasaannya pada Alana.

"Kau hanya seseorang yang mirip dengan wanita itu, hanya itu saja. Harusnya tidak ada perasaan cinta yang terlibat di antara kita kan." Bisik pria itu lagi mencoba menyakinkan diri.