Married By Accident

Bab 48 The Love Of Mine

"Kau akan pergi ke rumah sakit hari ini?" Zayn bertanya pada Alana sambil membelakangi wanita itu.

Alana yang duduk di samping tempat tidur menjawab dengan pelan, "Iya."

Setengah jalan mengancingkan kemejanya, pria itu berbalik, menoleh ke belakang dan menatap Alana yang sedang melamun. Ia pun menghampirinya, "Apa yang kau pikirkan?"

Alana mendongak, "Tidak, tidak ada."

Zayn menautkan alisnya bertanya-tanya, "Alana..." Panggilnya, "aku tidak tahu masalah apa yang kau alami sekarang. Beberapa hari ini sikap mu berubah. Kalau kau memang ada masalah, bisakah beritahu aku?"

Alana melihat pada kerutan dalam di dahi pria itu. Mungkin, Zayn sudah tidak tahan juga dengan sikapnya yang berubah-ubah belakangan. Namun dia tidak bisa mengatakan pada pria itu apa alasan yang membuatnya begini kan.

Akan terlihat konyol dan aneh begitu Zayn tahu kalau ia sedang cemburu dan merasa patah hati karena hanya menjadi seorang pengantin pengganti.

Sejujurnya, ia ingin menanyakan, siapa itu Rose, siapa wanita yang selalu Zayn panggil begitu ia memejamkan mata. Ia ingin bertanya, apakah benar yang dikatakan Darius waktu itu tentang perjanjian pernikahan mereka?

Aku ingin percaya, kau tidak akan sekejam itu memisahkan aku dari bayi yang aku kandung, Zayn. Aku sungguh-sungguh ingin percaya, kalau kau bukan pria egois yang seperti itu.

Tapi mengapa, kau memberikan jawabannya yang nyatanya membuat aku terluka?

Alana memejamkan matanya yang mulai berubah panas, ditariknya pelan udara masuk ke dalam dadanya. Ia pun dengan muka baik-baik saja memberitahu pria itu, "Bukan masalah besar," ucapnya bohong, "kalaupun moodku terlihat tidak bagus, itu mungkin karena bawaan kehamilan. Semuanya masalah hormon, Zayn. Kau tidak perlu cemas, aku baik-baik saja." Tambahnya kemudian untuk meyakinkan pria tersebut.

"Kau yakin?" Tanya Zayn tak percaya. Walaupun wanita itu berusaha terlihat tidak ada masalah namun dari raut wajahnya yang kini memerah seperti ingin menangis membuat ia sedikit pun tidak percaya dengan ucapan Alana. Tapi Zayn tidak bisa berbuat apa-apa selain ia sudah berusaha menunjukkan sedikit rasa pedulinya pada wanita itu.

"Aku mungkin akan pulang setelah dua minggu dari New York. Kalau kau butuh sesuatu panggil saja Iren, dia yang akan menjagamu selama aku pergi ke luar negeri. Kau juga bisa menelpon ku kalau kau rindu padaku." Di akhir kalimatnya, pria itu mencoba mencairkan suasana yang tegang di antara mereka. Terbukti berhasil karena Alana yang tersenyum setelah mendengarnya.

"Bolehkah?"

Zayn mengangguk, "Tentu saja. Kau masih menjadi tanggung jawab ku, sudah kewajiban ku untuk membuat mu nyaman. Aku akan menelpon Meghan nanti supaya adikmu datang ke sini menemani dirimu. Bagaimana dengan itu? Kau tidak akan kesepian lagi nantinya." tawar pria itu lagi dengan murah hati.

Novel akan diperbarui setiap hari. Kembalilah dan lanjutkan membaca besok, semuanya!