Married By Accident

Bab 2 Jerat Kebohongan

Bab 2 Jerat Kebohongan

Alana mendorong troli melintasi lorong hotel menuju ke kamar VVIP yang baru saja *FO nya beritahukan.

*Front Office Hotel.

Alana, kamar suite milik Tuan Stefano tolong cek dan bersihkan. Satu jam lagi akan ditempati. Perintah manajernya beberapa saat yang lalu pada Alana.

Alana yang baru saja menyelesaikan shift malamnya dan akan pulang dari bertugas, harus mengiyakan perintah mendadak itu dari atasannya. Dengan terpaksa. Walaupun dia sangat lelah, Alana tak bisa menolak hanya karena alasan sepele tubuhnya yang terasa remuk.

Bunyi getar di saku seragam kerjanya membuat Alana berhenti di tengah lorong, beruntung tempat itu sepi, tak terlihat satu orang pun berjalan atau keluar kamar. Karena memang waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam.

Panggilan itu datang dari Adrian, salah satu teman Alana yang bekerja di hotel ini. Mereka sepakat akan pulang bersama. Sialnya, dia mendapatkan panggilan dari manajernya. Padahal Adrian pasti sudah menunggu dia di basemen hotel.

"Halo, Adrian." Suara Alana yang lembut mengalun di sepanjang lorong hotel.

'Lana, kau dimana? Aku menunggumu di tempat parkir.' ucap Adrian setengah panik.

Alana merasa aneh dengan suara Adrian di telepon, jelas laki-laki itu terdengar sangat panik. Tapi kenapa? Alana cemas memikirkannya. Adrian baik-baik saja kan?

"Apakah ada masalah? Kau baik-baik saja kan, Adrian?" Tanya Alana khawatir. Meskipun dia dan Adrian baru beberapa bulan saling kenal, namun karena pihak lain sangat baik dan perhatian padanya, membuat Alana memercayai pria itu dan menganggapnya sebagai seorang teman dekat.

Mendengar nada kecemasan dari wanita yang dia sukai, suara Adrian berubah lembut, 'tidak apa-apa Lana. Aku baik-baik saja. Aku hanya khawatir karena kau tidak kunjung turun. Kau tidak merasakan aneh kan?' tanya Adrian antisipasi.

"Tidak. Tidak ada yang aneh terjadi padaku. Mengapa?"

'Syukurlah. Tidak Lana. Aku hanya cemas saja kalau kau kelelahan. Malam ini dingin.' ujar Adrian kemudian.