Married By Accident

Bab 7 Pertengkaran Yang Lain

Bab 7 Pertengkaran Yang Lain

Satu minggu kemudian kabar batalnya pertunangan keluarga Hartono dengan keluarga Admatja santer di beritakan. Berita itu menyebar sangat cepat hingga berdampak besar membuat saham perusahaan Hartono dan Admatja turun drastis.

Pernikahan yang di gadang-gadang akan menyatukan kedua perusahaan raksasa itu menjadi perusahaan terbesar se-Asia, berubah jadi lelucon hanya dalam satu minggu keputusan salah satu putra dari Hartono mengumumkan pembatalan pertunangan tersebut.

Konferensi pers pun di adakan untuk membenarkan setiap berita panas yang sudah merebak di saluran televisi nasional Singapura. Meski mengundang pro dan kontra di banyak pihak, keputusan yang diambil oleh Zayn tidak bisa di ganggu gugat lagi.

Selepas digelarnya konferensi pers tersebut, Zayn di panggil oleh ayah angkatnya ke kediaman Hartono.

Dan di sinilah Zayn kini berada. Duduk di samping pria paruh baya berusia sekitar 65 tahunan, yang tak lain ialah ayah angkat Zayn; Harry Hartono, direktur utama di perusahaan Hartono Insurance Grup.

Di dalam ruangan keluarga yang sangat akrab bagi Zayn, ada juga ibu angkatnya; Krystal Lin, wanita cantik berdarah Korea.

Sejak awal kedatangannya, atmosfir di antara mereka sangat pengap dan kental akan kemarahan. Seolah-olah saat sebuah kerikil di lemparkan di antara keduanya bisa langsung menyulut emosi kebencian yang tersimpan di dalam dada.

Akan tetapi Zayn - seperti biasa - menahan emosinya sendiri. Pria itu sangat tenang, meski dia duduk di sebelah harimau yang siap mencakarnya hingga tewas dia tetap mempertahankan fasadnya yang anggun dan punggung lurus tanpa rasa takut.

Saat Zayn sudah mengenali Identitas aslinya, dia tidak lagi berpura-pura bersikap patuh pada keluarga angkatnya. Dia mungkin tampak diam di sudut, dia terus melihat, memantau keluarga angkatnya yang berpikir dia merupakan seorang idiot tak punya otak, tanpa tahu bahwa dia adalah pengamat yang sebenarnya.

Harry merupakan seorang veteran dalam dunia bisnis, pengalamannya yang banyak membuat pria paruh baya itu sedikitnya mulai menyadari keanehan putra dari sahabatnya.