Married By Accident

Bab 15 Permintaan Maaf Yang Terlambat

Alana, aku mencintaimu....

... Mencintaimu, Alana.

Melihat kalau Alana tidak mendorongnya menjauh, Adrian mulai bergerak dengan berani. Tangannya yang tadi memegang kedua pundak Alana jadi berpindah merengkuh pinggang wanita itu.

"Alana, jadilah kekasihku."

Bisikan tersebut tepat laki-laki itu bisikkan di depan mulut Alana yang setengah terbuka. Alana baru kembali sadar dari linglungnya begitu napas hangat berembus menerpa wajahnya.

Kedua bola mata Alana membesar akibat terkejut karena melihat Adrian yang sangat dekat. Alana langsung memalingkan wajah, dan ciuman itu mendarat di pipi kirinya.

Adrian tidak menduga kalau Alana berubah pikiran di tengah jalan. Dia mengira terdiamnya Alana karena wanita itu juga memiliki perasaan yang sama, itu sebabnya tadi Alana melamun dan tampak shock mendengar pengakuan cintanya.

Tidak sampai dia mendengar suara penuh kebencian itu. Barulah dia sadar...

"Kau menjijikkan!"

"Apa?" Adrian bertanya tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

... Alana membencinya.

Secara perlahan, wajah Alana yang menghadap menyamping, berubah kembali menghadap wajah Adrian. Sepasang matanya terbakar amarah akibat kelancangan Adrian menciumnya.

"Adrian, malam itu, saat kau meracuniku dengan obat perangsang, tidak kah kau pikir apa yang terjadi padaku selanjutnya?"

Adrian melepas pegangannya di pinggang Alana tanpa sadar. Wajah pria itu memucat karena dugaan mengerikan terlintas di pikirannya.