Married By Accident

Bab 16 Salah Meniduri Wanita

Zayn menatap kepergian sang kakek dengan pandangan rumit dan perasaan kesal. Ia ingat kurang dari beberapa hari lagi dari janji yang sudah ia katakan pada kakeknya itu. Membawa seorang wanita untuk dinikahi. Sialan, dimana dia bisa menemukan wanita yang sesuai dengan kriterianya?

Masalahnya adalah Zayn tidak tertarik sama sekali dengan wanita-wanita itu yang sudah dia temui. Aneh, pikirnya. Apa yang salah dengan dirinya kalau begitu? Zayn sudah memeriksakan kesehatannya dan tidak di temukan kelainan apapun di dalam tubuhnya. Ia masihlah seorang pria yang sehat dan tidak terjangkit penyakit seksual yang membuatnya tidak bergairah terhadap wanita. Zayn membuktikan itu dengan reaksi fisiologisnya saat bangun tidur di pagi hari.

Pasti wanita-wanita itu saja yang tidak becus! Nilai Zayn marah. Pria itu tidak terima kalau kesalahan ada apa dirinya.

Masih dalam keadaan jengkel, Zayn kemudian memanggil Darius, "bantu aku booking wanita itu lagi, Darius."

Darius menatap kebingungan pada bosnya, "huh! A-apa maksud Anda, wanita yang mana? Anda sudah menolak semuanya." Tanyanya terdengar gagap. Di ancam oleh kakek Stefano membuat isi kepala Darius jadi genangan lumpur. Pria itu jadi berubah bodoh seketika.

"Memangnya seberapa banyak kau pikir aku mem-booking wanita?"

Bodohnya, Darius menangkap ucapan Zayn dengan serius dan salah paham, "jika saya hitung, tiga minggu ini sudah lebih dari lima puluh wanita yang Anda tolak. Itu tidak termasuk yang Nixon..."

"Omong kosong apa yang kau bicarakan?!" Tegur Zayn marah. Zayn sampai menggebrak mejanya keras karena Darius yang membuatnya jengkel.

Darius merapatkan mulutnya dan tanpa sadar dia mengambil langkah mundur karena takut.

Zayn menarik napas kasar, sungguh mengesalkan sekali hari ini, merendahkan emosinya, dia pun berkata, "Wanita itu, Darius. Lena, yang sudah aku tiduri di hotel. Jangan bilang kau lupa wanita itu? Kau sendiri yang mengenalkan wanita itu padaku."

Darius memucat. Kenapa juga bosnya ini malah membicarakan wanita itu lagi. Apa hubungannya menikah dengan keberadaan wanita itu. Tidak, tidak ada hubungannya sama sekali!

Atau jangan-jangan, bosnya?

"Kenapa kau diam?!" Bentak Zayn mulai tak sabar.