Married By Accident

Bab 17 Bertemu Lagi

Melani mengusap kening Alana yang berkeringat. Suhu badannya sudah kembali normal. Dan Melani bersyukur akan hal itu.

Tadi, begitu dia datang ke apartemen ini, dia melihat Alana terkapar di atas lantai yang dingin. Melani tidak tahu berapa lama Alana tidur di sana, begitu dia menyentuh tangan Alana, kulitnya sangat panas. Alana demam.

Beruntung tubuh Alana mungil dan tidak berat, jadi Melani bisa membawa Alana berbaring ke tempat tidurnya.

Sambil menunggui Alana yang sedang tertidur, Melani mulai membuka laptopnya, melihat-lihat laporan keuangan bisnis butiknya minggu ini.

Ting nong!

Suara bel pintu kemudian terdengar ke seluruh ruangan. Melani beranjak bangun, pergi ke keluar dari kamar Alana.

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, dan itu artinya Melani harus bersiap menyiapkan makan malam untuk mereka berdua.

Melani memegang handle pintu, membukanya. Raut wajahnya sedikit terperangah saat dia lihat seorang pria jangkung dengan tinggi 1,85 cm berdiri menjulang di depannya. Selain tingginya yang hampir menyaingi tiang listrik, wajah pria itu luar biasa tampan. Matanya beriris gelap, kulit wajahnya putih sehat, hidung mancung ala etnis Perancis dan bibirnya kecil berwarna peach.

"Halo!" Zayn menyapa dengan ramah pada wanita dewasa yang dia taksir berusia 30 tahunan.

Melani mengerjap, kemudian tersadar dari linglungnya, "halo. Cari siapa?"

Zayn tersenyum, "Alana."

"Ah, oh... Alana?" Tanya Melani tak percaya. Sejak kapan temannya itu kenal pria tampan seperti ini. Kenapa dia tidak tahu?

"Bolehkah saya masuk?"

Melani merunduk malu karena ketidak-sopanan dirinya dalam menyambut tamu. Bagaimana bisa dia membiarkan tamunya yang tampan berdiri lama di luar? Benar-benar pemborosan!