Married By Accident

Bab 21 Housekeeping

Pagi hari, pukul lima lewat tiga puluh menit, Alana sampai di hotel Four Season. Seperti biasa, wanita itu melakukan absensi hadir kerja, setelah selesai ia pergi ke ruang staf.

Alana membuka lokernya, mengambil seragam di tas, lalu memasukkan tasnya ke loker. Dengan itu dia pun pergi ke tempat ganti untuk mengganti baju dengan seragam.

Kebetulan begitu Alana keluar dari tempat ganti, dia berpapasan dengan salah satu temannya, yaitu Tiffany. Sepertinya kawannya itu sudah baikan. Bisa di lihat dari rona wajah Tiffany yang cerah.

Tiffany nampak terkejut saat dia mendengar suara pintu di buka dari sebelahnya. "Alana, kau mengagetkan aku!" Jeritnya sambil menepuk lengan Alana keras.

Alana terkekeh, "Kau lah yang salah. Masuk ke sini tidak mengetuk pintu dulu. Aku kan bisa memberitahu dirimu kalau ada orang di dalam."

Tiffany hanya mendengus, dia juga membuka lokernya. Jarak loker mereka di pisahkan oleh dua loker staf yang lain.

"Apa kau sudah baikan?" Tanya Alana sambil duduk di kursi panjang yang diletakkan di depan loker. Tangannya sibuk menguncir rambut panjangnya.

"Sudah mendingan. Hanya tenggorokan saja yang serak. Tapi tak apa aku sudah membawa permen tolak angin di saku. Kau mau?" Tawar Tiffany sambil menyodorkan sebungkus permen mint.

"Aku juga punya. Tenggorokan ku juga tak nyaman, jadi aku membawanya." Balas Alana menunjukkan permen dengan merek serupa tapi rasa moka.

"Aku ganti baju dulu kalau begitu."

"Huum."

Memiliki pekerjaan di hotel bintang lima di departemen housekeeping bisa di bilang ada pahit dan manis. Tapi rata-rata setiap pekerjaan memang memiliki plus dan minusnya kan.