Married By Accident

Bab 22 Hanya Dugaan Sementara

Alana selesai dengan pekerjaannya tepat pada saat makan siang. Bersama Tiffany, Alana pergi ke kafetaria. Sebenarnya, jika Alana mau berhemat, dia bisa mengambil take out yang sudah tempat kerjanya berikan. Tapi, karena dia termasuk tipe orang yang pilih pilih makanan, Alana tidak lagi mau mengambil jatah makannya dari katering hotel ini.

Bukan karena makanannya yang tidak enak, malah makan disini tergolong sangat higienis dan juga mewah. Hanya saja, saat dia di awal-awal masuk kerja dan masih dalam tahap pelatihan seorang intern, Alana pernah jadi korban bully seniornya selama lima bulan masa training.

Yang menyebabkan Alana pada akhirnya tidak bisa makan masakan koki hotel ini tak lain adalah trauma masa itu. Dia jadi membenci masakan hotel ini dan juga jadi seseorang yang pemilih dalam hal makanan.

"Aku membelikan mu soda, kenapa kau membelinya lagi?" Tanya Tiffany mengeluh pada Alana yang kini memegang dua kaleng soda di tangan.

Alana mengangkat bahu, "Aku tidak tahu kau akan membelinya juga."

Keduanya pun pergi dari kafetaria setelah Tiffany mendapatkan makan siangnya. Kedua wanita itu pun pergi ke gazebo dekat kolam renang. Beruntung siang itu swimming pool tidak terlalu ramai, jadi keduanya bisa makan dengan damai.

"Kau hanya membawa roti saja untuk makan siang?" Tanya Tiffany tak percaya. Dia melihat pada kotak bekal Alana yang hanya ada roti isi selai dan buah apel yang sudah di potong.

"Akhir-akhir ini aku tidak nafsu makan." Jawab Alana sambil mengerutkan hidung. Aroma daging sapi dari dalam kotak makan Tiffany membuat perutnya kembali bergejolak.

"Haruskah aku sedikit menjauh darimu saat ini? Wajahmu tampak mengerikan sekarang. Hanya karena mencium aroma makanan ku." Kata Tiffany tak percaya.

Alana mengabaikan ucapan temannya yang seakan mengejek dia, memakan rotinya dengan gigitan besar, Alana langsung tersedak dengan keras saat suara Tiffany kemudian dia dengar.

"Aku mengira kau seperti orang hamil yang akan muntah hanya karena mencoba sesuatu Alana, hahaha..."

Uhuk! Uhuk!

Tiffany dengan panik menyodorkan kaleng soda pada Alana, "Hati-hati Alana, aku hanya bercanda, oke." Erangnya frustasi melihat wajah Alana yang memerah.