Married By Accident

Bab 24 Peringatan Dan Ancaman

Dalam perjalanan pulang menuju apartemennya, baik Alana maupun Zayn tidak bersuara sama sekali. Keduanya duduk di kursi penumpang. Alana menatap ke jendela mobil di sampingnya, sedangkan Zayn kadang-kadang melirik perempuan itu yang lebih banyak diam.

Setelah pelukan intim tadi, Alana yang tersadar dengan kedekatannya bersama presdirnya sendiri mulai melepaskan diri begitu pintu lift terbuka dan mereka sampai di tempat parkir. Walaupun basemen hotel itu terdapat sedikit orang, Alana tidak menginginkan gosip tak perlu karena kedapatan berjalan berduaan dengan bos tempatnya bekerja.

"Tak usah bekerja besok." Kata Zayn singkat memberitahu Alana yang tidak bergerak meski mereka sudah sampai ke tempatnya. Mobil itu berhenti di depan bangunan tiga puluh lantai, tempat apartemen Alana tinggal.

Alana menoleh ke sampingnya, menatap Zayn tak mengerti, "Kenapa aku tidak bisa bekerja besok?"

"Aku akan membawamu ke rumahku. Aku menginginkan pernikahan kita segera di urus. Satu bulan ini aku berharap kau tidak melakukan hal yang memalukan yang akan mencoreng namaku sebelum semua orang tahu kalau kau adalah istriku. Jadi, mulai besok tidak usah berangkat kerja."

"K-kau tidak bisa lakukan ini. Bagaimana pun aku sudah bekerja di sana lama sekali. Perjanjian pernikahan diantara kita tidak menyangkut...."

"Alana, aku sangat mampu untuk mendukung dirimu." Sela Zayn dengan wajah datar.

Alana tidak terima, "Tapi aku punya keluarga yang perlu aku...."

"Begitu pula dengan keluarga mu. Aku akan mendukung semua kebutuhan dirimu. Kau tidak perlu bekerja lagi. Kau akan menjadi nyonya Stefano sebentar lagi. Kalau kau bekerja, apa yang akan di katakan orang lain tentang aku, tentang reputasi diriku."

"Bagaimana dengan aku? Aku tidak peduli dengan reputasi sialan mu itu!" Geram Alana marah. Apa pria itu pikir bisa mengendalikan hidupnya dengan uang? Dia bukan wanita murahan!

Beraninya pria ini berkata begitu seolah hidupnya bukan lagi milik dirinya sendiri!