Married By Accident

Bab 25 Di Bawa Pulang

Seperti yang Zayn katakan, keesokan harinya sebuah mobil datang ke tempat Alana untuk menjemput wanita itu.

Alana yang sejak tadi malam tidak bisa tidur, di pagi harinya begitu ia bangun, kantung mata berwarna hitam serupa panda ada di wajahnya. Untungnya, Melani sudah terlebih dulu pergi berangkat ke butiknya dan tidak melihat keadaan Alana yang nampak menakutkan itu. Kalau tidak, bisa dipastikan wanita itu akan di seret oleh Melani untuk pergi mengunjungi salon yang biasa mereka kunjungi.

Melihat kalau yang datang menganggu pagi harinya dan yang menekan bel apartemennya merupakan orang suruhan Zayn, Alana ingin sekali menutup pintu itu langsung dan membiarkan orang suruhan Zayn itu pergi dengan tangan kosong. Tapi rencananya untuk melakukan itu gagal saat kemudian pria tersebut langsung mengatakan kata-kata yang menyedihkan.

"Nona Alana, jika saya tidak berhasil membawa anda pergi seperti yang tuan muda Zayn perintahkan. Maka saya akan kehilangan pekerjaan saya hari ini juga begitu saya kembali. Saya merupakan kepala keluarga dari lima putra yang perlu saya beri makan. Tolong, kasihanilah saya."

Bagaimana mungkin bagi Alana untuk tidak menurut ikut, jika karena keengganannya itu nanti, seseorang akan kehilangan pekerjaannya, dan lima putra tidak bisa makan?

Maka Alana memutuskan untuk patuh meski dadanya sudah di penuhi kemarahan pada pria tak berperasaan seperti Zayn.

Mobil Maybach berwarna hitam itu membelah jalanan padat ibukota menuju salah satu salon ternama yang ada di Singapura. Perintah Zayn jelas untuk Alana hari ini. Pergi ke salon untuk melakukan perawatan seluruh tubuh. Lalu melakukan fitting baju di butik yang sudah Zayn siapkan. Tidak tanggung-tanggung pria itu memberi perintah pada sang pemilik butik untuk melayani Alana dengan baik. Sebelum Alana berhasil menghabiskan uang yang ada di kartu rekening di tangan sang bawahan, Alana tidak di perbolehkan pulang dari butik tersebut.

Alhasil, begitu Alana keluar dari butik itu, seluruh tubuhnya yang tadi mendapatkan perawatan terbaik di seluruh badan jadi berubah kelelahan dan jiwanya seakan melayang meninggalkan tubuhnya. Dia benar-benar lelah, oke!

Mati! Pekik Alana saat dia sudah berada di dalam mobil. Kontras dari wajahnya yang sangat cantik dan penampilannya yang berubah anggun, posisi duduk Alana yang tidak menyenangkan mata itu tidak mendapatkan teguran apapun dari supir di depannya.