Married By Accident

Bab 28 Berkata Jujur

Keesokan paginya, Alana yang baru saja selesai mandi berdiri di depan kamar Melani yang pintunya tertutup.

Biasanya, di pagi hari seperti ini, Melani sudah berada di dapur untuk memasak. Tapi sekarang, meskipun waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, tidak ada tanda-tanda temannya itu akan keluar dari kamar. Membuatnya sangat gelisah dan di saat bersamaan merasa bersalah juga.

Tadi malam, ia sudah memberitahu Melani perihal rencana pernikahannya bersama dengan Zayn. Dan hal yang tidak terpikirkan oleh Alana ialah respon Melani saat ia selesai bicara.

Alana masih ingat dengan jelas ekspresi wajah Melani yang menatapnya kecewa. Ia tidak berniat untuk berbohong pada temannya itu, tapi karena keadaan yang tiba-tiba saja menimpanya, ia bahkan tidak tahu bagaimana harus menghadapinya.

Mengangkat tangannya, Alana dengan pelan mengetuk pintu kamar Melani, "Mel, aku akan berangkat sebentar lagi. A-aku... Mungkin akan pulang terlambat, jadi jangan tunggu aku." Ucapnya sambil keningnya bersandar di depan pintu.

Alana menghela napas lemah saat tak ada tanggapan sama sekali dari dalam kamar. Dengan langkah lesu, Alana kemudian pergi ke kamarnya. Wajib itu akan pergi mengunjungi ibu dan adiknya, bersama Zayn. Karena laki-laki itu memaksa untuk ikut, jadi dia, meski tidak suka tetap menyetujui.

***

Zayn melihat padanya ditangannya. Sudah lewat sepuluh menit, tapi Alana tidak turun juga. Kesal karena wanita itu berani membuatnya menunggu, Zayn pun menelpon Alana supaya cepat turun ke bawah menemui dia.

Tapi lagi-lagi teleponnya tidak di angkat oleh Alana, yang mana semakin membuat Zayn kehilangan kesabaran sepenuhnya.

Pria itu baru saja akan berniat turun sebelum kemudian dia melihat seorang wanita dengan pakaian casual dan sneaker berjalan menuju ke mobilnya. Zayn kembali menutup pintu mobil, dengan tangan di silangkan di dada, pria itu pun menunggu Alana masuk ke dalam mobil.