Married By Accident

Bab 30 Meminta Restu Sang Ibu

"Kami akan menikah."

Kedua wanita itu saling berpandangan satu sama lain setelah mendengar apa yang Alana katakan.

"Alana...." Panggil wanita paruh baya yang tak lain ialah ibu Alana; Diana.

"Aku sudah memutuskannya dengan masak-masak, Ma. Pernikahan kami tidak mendadak seperti yang mama katakan. Kami sudah kenal lama, tiga tahun. Apakah itu tidak bisa membantu meyakinkan, Mama?"

Diana memegang tangan putrinya dengan lembut, "Bukannya Mama tidak percaya padamu, Alana. Hanya saja, Mama takut dengan keluarganya. Apakah keluarga Zayn mau menerima keluarga kita?"

Alana memaksakan senyum di bibirnya pada sang ibu, "Zayn hanya memiliki kakeknya saja sebagai satu-satunya keluarga. Kedua orang tuanya sudah meninggal saat Zayn masih kecil, Ma. Dan mengenai restu, Kakek Stefano menerima aku sebagai keluarganya juga. Beliau sangat baik, bukan jenis orang kaya yang merendahkan orang lain. Bukan. Mama tidak perlu khawatir. Alasan mengapa Zayn juga ikut ke sini tak lain ialah meminta ijin untuk menikahi ku." Ucapnya panjang lebar. Melihat kecemasan di wajah sang ibu yang sepertinya tidak terlalu yakin pada Zayn, Alana mengerahkan setiap kebohongan yang ia bisa untuk mendapatkan persetujuan ibunya.

"Aku mencintai laki-laki itu." Kata Alana dengan tatapan nya yang tulus padahal di dalam hatinya, permintaan maaf terus di ucapnya berulang-ulang.

Ia tidak tahu kekuatan dari mana ia dapatkan saat ini. Membohongi sang ibu dan adik perempuannya dengan lihai sekali. Pasti, karena berita mengandung sudah dia dengar lebih dulu, maka itu sebabnya bagaimana pun caranya ia harus mendapatkan restu itu dari keluarganya ini. Kalau tidak, hidup seperti apa yang akan ia jalani jika gagal menikah dengan Zayn.

Tidak ada jalan lain yang bisa ia pilih untuk menyembunyikan kebusukan dirinya agar tidak diketahui orang lain.

Diana menghela napas pelan ketika ia lihat tekad Alana tak akan goyah dalam situasi sekarang. Meski ia memiliki kekhawatirannya sendiri mengenai pernikahan beda kasta tersebut, namun ia sebagai seorang ibu, selain mendoakan dan mendukung Alana adakah yang bisa ia lakukan? Tak ada. Jika Alana berkata bahwa pria itu adalah orang yang putrinya cintai, maka restu itulah yang hanya bisa ia berikan.

"Kita temui Zayn lebih dulu, Alana." Ajak Diana meraih lengan Alana keluar dari dalam kamar.