Married By Accident

Bab 32 Permintaan Maaf

Alana tidak tinggal lama di kediaman orang tuanya. Dua hari setelah dia menginap, wanita itu di jemput oleh supir yang Zayn suruh.

Dalam perjalanan ke rumah Zayn, perut Alana kembali bergolak. Ia sudah menahannya terakhir kali saat di rumah ibunya, namun saat ini, ia benar-benar tidak tahan.

"Tolong, tepikan mobilnya."

***

"Kenapa dia merasa lelah setiap saat?" Tanya Zayn pada dokter keluarganya. "Kau yakin sudah memeriksanya dengan benar?"

Dokter pria itu; Dave melirik dengan sebal tuan muda di sebelahnya. Di tanya dengan nada meragukan begitu membuat dia - sebagai seorang dokter profesional - merasakan seperti sedang dihina. Bisa-bisanya pria ini meragukan diagnosanya pada perempuan itu.

"Adalah hal yang normal bagi kekasih mu jika ia muntah dan lemas setiap saat. Wanita ini sedang mengandung, Zayn. Maka wajar-wajar saja kalau seperti itu."

Walaupun Zayn memiliki keluhan karena melihat Alana terus menerus muntah dan menjadi lemah, pria itu mencoba tidak meneriaki dokter yang kakeknya bawa itu sekarang karena ia pikir tak kompeten.

"Apakah tidak ada cara lain untuk menghentikan itu?"

"Maksudmu muntahnya?"

Zayn mengernyit, "Ya..."

"Kalau kau memang mengkhawatirkan kekasih mu sampai seperti ini, jangan membuatnya hamil kalau begitu!" Nasehat Dave sarkas, saking sebalnya ia pada Zayn matanya sampai melotot menatap tuan mudanya.

Zayn juga tak kalah emosinya karena Dave yang begitu, "Wah, kau benar-benar ingin di pecat rupanya. Beraninya berkata aku tidak boleh menghamili wanita. Kau mau aku adukan pada kakek karena ingin menghentikan kejayaan keluarga Stefano berakhir di masa ku."