Married By Accident

Bab 35 Wedding

Pernikahan itu diadakan di salah satu gedung perhotelan The West Inn milik Liam yang berada di jalan komersial padat di Marina Bay. Dihadiri tidak lebih dari dua ratus tamu yang kebanyakan datang dari kolega bisnis keluarganya dan juga rekan Liam sendiri.

Selebihnya, dari pihak Alana hanya keluarga dan teman yang sangat dekat dengannya saja yang wanita itu undang.

Setelah upacara pernikahan selesai di lakukan, acara resepsi akan di langsungkan empat jam kemudian setelah kedua pengantin dan para tamu selesai beristirahat sejenak di kamar hotel masing-masing.

Malamnya, tepat pukul tujuh malam, acara yang resepsi pun di mulai.

Alana yang berada di kamar hotelnya sudah selesai di dandani. Di temani oleh sang ibu dan sang adik, Alana nampak tidak bisa menahan tangis. Wanita itu terus berusaha mengulas senyum bahagia namun ia gagal melakukannya.

Diana jadi ikut sedih melihat putrinya yang tersenyum dengan mata memerah menahan tangis. Seandainya ayah Alana masih hidup, pasti keluarga mereka terasa lengkap, dan Alana akan di gandeng oleh ayahnya sendiri saat menikah. Sayangnya, Danu; ayah Alana sudah meninggal.

Meghan berdiri agak jauh dari kakak dan ibunya yang kini duduk bersama. Gadis itu pun tak kalah sedih saat akhirnya, kakak perempuan yang ia sayangi akan memiliki kehidupan baru nantinya. Namun Meghan tidak menampakkan kesedihannya karena setidaknya, diantara mereka bertiga, dialah yang terlihat tabah jika tamu lain datang melihat keluarga mereka.

Seorang asisten wanita dari wedding organizers datang menghampiri Alana. Wanita itu memberitahu kalau acara sudah akan di mulai dan Alana sudah harus siap berada di aula pesta.

Diana mengambil tangan Alana, menarik atensi putri sulungnya untuk melihat pada dia, "Alana, Mama ikut bahagia melihat putri mama menikah. Jadi jangan terlalu banyak berpikir, jangan banyak bersedih, karena momen bahagia ini haruslah jadi yang berkesan dalam hidup putri mama ini."

Alana mengangguk, tak mampu berkata sepatah katapun.

"Mama akan selalu mendukung mu. Akan selalu mendoakan mu, Alana. Sejujurnya, mama sangat senang hari ini, karena memiliki waktu untuk bisa melihatmu menikah."

"Ma..."

"Siapa yang bisa menyangka, kalau mama akan bertahan sampai sejauh ini, Alana. Dan mama bersyukur pada Tuhan akan hal itu." Ucap Diana sambil tersenyum cantik.

Bibir Alana yang dipoles gincu merah burgundy jadi bergetar setelah mendengar ibunya bicara seperti itu.