One More Time

Bab 2 Kau Jahat Sekali

Bab 2 Kau Jahat Sekali

"Samantha, pulang saja dulu, aku akan jelaskan padamu tentang hal ini."

Nelson mematikan teleponnya, dahinya berkerut, matanya jelas menyorotkan kekhawatiran dan kepanikan, dan emosi itu bukan ditujukan untuk istrinya.

Samantha mendorongnya dengan dingin.

"Uruslah urusanmu, lagipula dia memang lebih penting bagimu."

Namun hatinya sedang menitikkan darah.

Nelson masih ingin berkata sesuatu lagi, namun akhirnya ia tidak mengatakannya, ia hanya menyetop sebuah taksi, membawanya untuk naik ke dalamnya, dan buru-buru meninggalkan tempat itu.

Samantha hanya bisa tertawa pahit.

Di saat seperti ini ia malah kepikiran pria lain, pernikahan seperti ini, patutkah ia pertahankan?

Setelah sampai di rumah, pembantunya menyambut Samantha, namun ia berlalu seperti tak mendengarnya saja.

Ia sedang menatap kamar tidur yang bernuansa hitam putih dimana ia tidak terlibat di dalamnya, tiba-tiba ia merasa keberadaannya seperti seorang bodoh saja. Sementara itu pernikahannya terasa seperti adegan yang kompleks, yang sampai saat ini harus disudahi.

Samantha menunggu Nelson semalaman.

Ia tidak sekalipun meneleponnya. Sikap dingin semacam ini terus menghujam hati Samantha.

"Anakku, maaf, mami tidak bisa memberikanmu keluarga yang utuh. Tapi kau tenang saja, mami nanti akan berkali-kali lipat menyayangimu."