One More Time

Bab 4 Mamiku Tidak Boleh Masuk Toilet Pria

Bab 4 Mamiku Tidak Boleh Masuk Toilet Pria

Ketika Nelson melihat Samantha dari kejauhan, sekujur tubuhnya bergetar.

Bayangan itu, siluet yang sedang berjalan itu benar-benar mirip Samantha!

Tanpa bisa menguasai dirinya, ia berjalan mendekat, sengaja.

Santo sendiri ternganga melihatnya, ia tidak pernah melihat Nelson berinisiatif mendekati wanita manapun, terlebih lagi setelah terjadi hal tak terduga pada istrinya lima tahun lalu, ia semakin menjadi seperti gunung es saja, membuat orang mau tak mau menghindarinya, baru kali ini dilihatnya ia sengaja mendekati.

Tanpa sadar ia kembali melihat Samantha beberapa kali, namun dalam sekejap ia terpaku oleh paras Samantha yang menakjubkan.

Paras yang begitu sempurna, bak dipahat oleh seniman saja. Tak kurang tak lebih.

Itu juga dirasakan oleh Nelson, hanya saja Nelson segera tersadar, ia mengernyitkan alisnya, kakinya tanpa sadar melangkah mundur, lalu berkata dengan dingin, "Kalau jalan lihat-lihat."

Dalam hati Samantha tertawa dingin.

Saat ini wajahnya dengan yang dulu sama sekali berbeda.

Ia masih ingat rasa sakit yang tak tertahankan ketika api membakar kulitnya, masih ingat bagaimana ia harus menahan sakit selama Sembilan bulan demi menjaga anak dalam kandungannya, dan setelah melahirkannya barulah ia menjalankan operasi plastik.

Siang dan malam ia selalu dihantui mimpi buruk, dan setiap kali juga air matanya membasahi bantalnya. Saat ini dalang dari kecelakaan yang menimpanya ada di depan mata, ia tak tahan lagi ingin mengoyakkan wajahnya, merobek hatinya dan melihat sebenarnya apa warna hatinya itu, dan yang lebih ingin ia tanyakan adalah, apakah dia punya hati?

Tangan Samantha menggenggam lollipop yang belum habis dimakan Sean, ketika ia menabrak Nelson, lollipop itu juga mengenai jasnya.

Dia berkata sambil tersenyum, "Maaf, barusan aku sungguh tidak melihatnya. Jasmu jadi kotor, sebaiknya aku menggantinya, punya telepon? Aku akan meminta orang untuk mengantarnya padamu setelah membelinya."