One More Time

Bab 10 Kau Yakin Mau Mengusirku Pergi?

Bab 10 Kau Yakin Mau Mengusirku Pergi?

"Dia dulu yang mem-bully-ku."

Sean sedikit tidak terima, kedua matanya yang memilki lipatan itu menatap lurus pada Samantha, jangan bilang seberapa terlihat kasihannya dia.

Meskipun Samantha tahu Sean sedang berpura-pura, ia masih tetap tidak bisa menghadapi sikap anaknya yang seperti ini. Ia menggelengkan kepala dan berkata, "Tante Linny menyukaimu, tapi caramu itu benar-benar bukan cara seorang gentlemen, bukan begitu?"

"Baiklah, aku akan minta maaf padanya."

Sean menunjukkan wajah tidak senangnya, lalu menghela napas sambil berlalu.

Linny tetap menyukai Sean, anak itu memang menyenangkan hati, orang tidak tahan marah padanya, tidak berapa lama kemudian ia tidak lagi bersikap dingin padanya.

Sean terlihat terus menahan diri di mata Samantha, ia sebisa mungkin menjaga jarak dengan Linny.

Ketiga orang itu duduk melingkar dengan damai semalaman.

Ketika Samantha bangun keesokan paginya, ia melihat Sean baru dari luar membelikannya sarapan, dan meletakkannya di atas meja.

"Mami, pagi."

Dia tersenyum lebar pada Samantha, meskipun raut wajahnya mirip dengan Nelson, tapi Nelson tidak pernah tersenyum seperti itu padanya. Sementara itu Sean adalah malaikat baginya, malaikatnya seorang.

"Pagi!"