One More Time

Bab 14 Sebaiknya Kau Tidak Mempermainkanku

Bab 14 Sebaiknya Kau Tidak Mempermainkanku

Bel pintu terus berbunyi, tapi Samantha seakan-akan tak mendengarnya, ia masih tetap berbaring dengan malas, sedang membayangkan bagaimana ekspresi Messie yang dengan sangat terpaksa datang untuk memohon padanya.

Seperti saat itu, setelah ia lari dari maut, hari pertama ia sadarkan diri dipenuhi dengan awan gelap, yaitu kritikan pedas dari netizen terhadap dirinya. Foto tak senonoh dengan pria, kritikan netizen yang begitu membencinya hampir membuatnya tak punya keberanian untuk hidup. Kalau bukan karena kehadiran Sean yang memotivasinya, mungkin saat itu kalaupun ia tidak mati karena api, ia juga akan mati di ludahan masyarakat. Dan setelah ia memeriksanya lebih lanjut, ini semua adalah perbuatan Messie.

Menghancurkan pernikahannya, diam-diam melahirkan anak untuk Nelson, dan memaksanya memikul beban nama buruk ini sendirian, sekalipun Messie mati beribu kali, itu tidak dapat membalaskan dendam Samantha, namun saat ini Samantha tidak terburu-buru untuk mengadakan perhitungannya hingga selesai dengannya.

Menggunakan air hangat untuk merebus katak lebih menarik bukan?

Begitu memikirkan hal ini, senyum Samantha mengembang, namun senyumnya yang begitu memesona tak bertahan lama.

Nelson mengetuk begitu lama, tapi dari dalam sama sekali tak terdengar apa-apa, sepertinya tak ada orang di rumah, tapi ia tidak rela, hatinya terus meminta, ingin melihat dengan matanya sendiri apakah Samantha sungguh-sungguh muncul dari rumah Linny.

Dia mengetuk pintu cukup lama, sekitar 10 menit, barulah setelah itu Samantha bangun dan berjalan ke sana.

Meskipun ia masih mengenakan piyama yang longgar, namun itu tetap tidak dapat menutupi kecantikannya. Rambutnya terurai, ia menghentikan langkah dan membuka pintu, lalu tanpa basa basi berkata, "Siapa sih? Tidak sopan sekali!"

Nelson terdiam.

Samantha yang bermalas-malasan, sikap Samantha yang agak sembarangan membuatnya teringat akan istrinya.

"Samantha??"

Tanpa sadar ia menggumamkan namanya pelan, namun itu justru membuat Samantha terdiam.