One More Time

Bab 20 Untung Kau Masih Ingat Anakmu

Bab 20 Untung Kau Masih Ingat Anakmu

Samantha kembali teringat akan kebakaran besar di dalam kesadarannya yang samar-samar, perasaan putus asanya yang meminta tolong tertimbun oleh besarnya kobaran api.

"Tidak! Tolong! Tolong aku!"

Sekujur tubuhya bersimbah keringat, kedua tangannya meraih sesuatu, seperti anak yang tak tertolong.

Linny buru-buru memegang tangannya, ia berkata sambil hatinya terasa nyeri, "Samantha, tidak apa, tidak apa, ada aku di sini, aku di sini, jangan takut."

Meskipun ia tak tahu apa yang dialami Samantha selama lima tahun belakangan ini, tapi kejadian kebakaran lima tahun lalu itu seluruh kota mengetahuinya. Tidak ada orang yang bisa bangun dari mimpi buruk semacam itu.

Mendengar kobaran api yang besar itu membakar habis tempat itu tak bersisa, api tidak kunjung padam setelah semalam suntuk.

"Sakit! Sangat sakit! Tolong aku, aku bisa mati!"

Samantha menggenggam tangan Linny dengan ketakutan, seperti menggenggam orang yang mau menyelamatkannya, seluruh tenaganya dikerahkan pada dua tangannya itu, jari-jarinya mencengkeram tangan Linny, memberikan rasa perih, namun ia tak mengaduh kesakitan.

"Sebenarnya apa yang kau alami? Dan kenapa kau harus mentato tubuhmu? Samantha, terlalu banyak rahasia yang kau tanggung sendiri, bagaimana aku bisa menolongmu?"

Mata Linny basah.