One More Time

Bab 27 Benar-Benar Tak Dapat Dimaafkan

Bab 27 Benar-Benar Tak Dapat Dimaafkan

Sean tak tahu bahwa teleponnya ini menimbulkan rasa benci dan permusuhan bagi Nelson, sembari duduk, sementara tangannya memegang lollipop, ia berkata sambil tersenyum, "Mami, saat ini aku ada di Panti Asuhan Kasih Suci. Ingat kan anak yang dulu belum sempat menerima bantuan? Dia sekarang di sini. Hari ini aku menghubungi kepala panti, dan datang untuk melihat-lihat, di sini cukup bagus, katanya ada yang memberikan donasi untuk mereka, dan kepala panti memperlakukanku dengan baik. Mami tolong jemput aku setelah kau selesai urusanmu ya?"

"Ya. Aku akan memberitahumu, aku pasti pergi menjemputmu." Sahut Samantha sambil tersenyum.

Wajah Nelson semakin buruk. Mau menjemputnya? Orang itu akan datang ke Manado? Dia harus memeriksanya lagi.

Samantha menutup telepon, ketika dilihatnya Nelson masih disana, ia sedikit heran.

"Kenapa kau belum pergi juga?" Sikap Samantha yang lembut ketika di telepon tadi berubah sengit, melihatnya yang memperlakukannya dengan ogah, emosi Nelson seketika bergejolak.

"Siapa yang ingin datang ke Manado? Atau aku menggantikanmu menjemputnya?"

Samantha tidak mengerti maksudnya, tapi ia tetap menjawab dengan datar, "Tuan Nelson tidak perlu mencampuri urusanku, sebaiknya Tuan Nelson segera pergi, jangan sampai menimbulkan kesalahpahaman kalau temanku melihatnya, aku tidak bisa menjelaskannya."

Wajah Nelson semakin buruk, tapi ia tidak mengatakan apapun dan hanya berlalu pergi dengan kesal.

Jarang sekali Samantha melihat Nelson marah, saat ini tiba-tiba semuanya baru.

Dia membuka ponselnya dan melihat posisi Sean, akhirnya ia sendiri yang menyetir.

Setelah Nelson meninggalkan rumah Samantha, hatinya bergejolak hebat, kebetulan Messie meneleponnya, menanyakan apakah ia akan pulang makan, Nelson menjawab dengan tak sabaran, "Hari ini aku ada urusan, jangan tunggu aku makan."