One More Time

Bab 33 Kita Ini Saudara

Bab 33 Kita Ini Saudara

Nelson sangat jarang bertemu dengan lawan seperti ini, dirinya begitu muram, sementara Santo yang berdiri di sampingnya tak berani bergerak, bernapas pun ia tak berani.

Sejak lulus ia telah mengikuti Nelson, sudah sekian lama ia tak melihat Nelson semuram sekarang, hari ini masalah ini membuat Santo merasa malu.

Tubuh Sean gemetar, ia telah diikat oleh virus Trojan Nelson.

"Kacau!" Sean tidak bisa lari lagi, dengan panik ia mencabut stop kontak, ia tahu sebentar lagi alamat IP nya akan segera terlacak.

Tanpa diduga, Nelson berkata pada Santo yang berdiri di sampingnya, "Segera periksa alamat IP ini, kali ini kalau sampai dia berhasil lari lagi, kau pun boleh pension dini."

Santo tidak berani menunda-nunda, ia segera melesat ke bagian IT untuk melacaknya, sementara Sean dengan gundah meninggalkan ruang komputer, diam-diam ia bersorak gembira karena dirinya berada di dalam TK, dan bukannya di rumah, kalau tidak pasti akan semakin berantakan.

Sejak ia lahir hingga sekarang, ia memang terlahir genius, jangankan orang yang sebaya dengannya, bahkan penyudup di Amerika pun terkadang tak dipandangnya, ia tak menyangka Nelson yang kelihatannya seperti pangeran yang bergelimang harta ternyata memiliki kemampuan IT yang hebat.

Ia tidak ingin mengakui kehebatan Nelson, tapi kali ini ia harus mengakuinya, hati dan pikirannya yang bertolak belakang ini membuatnya tak nyaman, ia pun keluar dari ruang komputer, kebetulan ia melihat Ryu yang tengah berlari ke arahnya.

"Sean, kau di sini? Kudengar mamimu kecelakaan? Bagaimana sekarang? Apakah serius? Kenapa kau tidak pergi melihat mamimu?"

Ryu sangat menyukai Sean, ia selalu merasa nyaman berada di dekat Sean.

Sean hanya menatap wajah polosnya itu dengan tenang, lalu sekali lagi menaikkan alisnya.

Ia sadar sebenarnya berteman dengan Ryu cukup menyenangkan, hanya saja statusnya sebagai anak Nelson lah yang membuatnya tak menyukainya, bahkan tidak ingin berhubungan dengannya.

Tiba-tiba, matanya menyipit dan terbesit sebuah rencana.

"Ryu, barusan di ruang komputer aku menonton sebuah anime yang sangat menarik, tapi guru tidak boleh mengetahuinya, apa kau ingin melihatnya?"

"Baik, baik! Tenang saja, aku berjanji tidak akan memberi tahu guru." Ryu berlonjak senang.

Sebenarnya ia tidak terlalu suka belajar, hanya karena ia anak dari Nelson, guru dan kepala sekolah takut padanya, teman-temannya pun tak suka bermain dengannya, hanya Sean yang baik padanya, mau bermain dengannya, akhirnya ia pun menempel pada Sean sehari-hari, seperti saat ini ketika mendengar Sean mengajaknya menonton anime, tentu saja ia sangat senang.

Sean menarik tangannya masuk ke ruang komputer, kembali mencolokkan kabelnya dan tidak mengeluarkan akunnya sendiri, karena ia tahu mulai saat ini akunnya tidak bisa lagi digunakan.

"Nah, ini anime terbaru yang sedang terkenal, sangat bagus, kau nonton saja dulu, aku mau ke toilet dulu, kalau ada orang yang bertanya, jangan sebut namaku ya? Kau ini tuan muda dari SAG, tidak ada orang yang akan menyusahkanmu, tapi aku ini murid baru di sekolah ini, kalau sampai guru atau orang lain tahu aku tidak sekolah melainkan diam-diam datang ke ruang komputer untuk nonton anime, aku pasti akan dikeluarkan."

Sean membujuknya dengan suara kecil.

Begitu Ryu mendengar Sean bisa dikeluarkan, kalau begitu setelahnya ia tidak akan bertemu dengan Sean lagi, maka ia pun cepat-cepat mengangguk.

"Tenang saja, aku tidak akan memberitahu siapapun kau ada di sini, siapapun."

"Kau juga tidak akan bilang soal ini ke papamu kan?" Sean mengerjap-ngerjapkan matanya.